Imbas Temuan Unsur Spesial, Ahli Duga Masa Lalu Mars Mirip Bumi

Iptek1057 views

Inionline.id – Sebuah tim peneliti mengungkapkan temuan unsur komposisi batuan di Planet Mars yang mirip dengan Bumi lantaran keberadaan unsur mangan (Mn).

Jurnal yang dipublikasikan pada Rabu (1/5) di Journal of Geophysical Research: Planets menemukan jumlah mangan yang lebih tinggi dari biasanya di batuan dasar danau di Kawah Gale di Mars.

“Sulit bagi oksida mangan terbentuk di permukaan Mars, jadi kami tidak menyangka akan menemukannya dalam konsentrasi tinggi di endapan garis pantai,” kata Patrick Gasda, peneliti utama dari kelompok Sains dan Aplikasi Luar Angkasa Laboratorium Nasional Los Alamos, mengutip Science Daily, Jumat(3/5).

Sebelumnya, tim peneliti mengamati bagaimana mangan bisa sangat tinggi di pasir Mars melalui beberapa hal.

Seperti melalui perkolasi air tanah, melalui pasir di tepi danau atau muara delta, dan oksidan yang bertanggung jawab atas pengendapan mangan di bebatuan dasar danau di Kawah Gale di Mars.

Hal tersebut dilakukan menggunakan metode ChemCam yang dikembangkan di Los Alamos dan CNES (badan antariksa Perancis). Para peneliti gunakan laser untuk membentuk plasma pada permukaan batu dan mengumpulkan cahaya tersebut untuk mengukur komposisi unsur dalam batuan.

Ditemukan hasil, ternyata mangan pada bebatuan ini sangat mirip dengan lingkungan di Bumi. Bahkan menurut Nina Lanza, peneliti utama instrumen ChemCam, kondisi ini terlihat seperti pemberitahuan bahwa dulu Mars merupakan zona layak huni seperti Bumi saat ini.

“Lingkungan danau Gale, seperti yang terungkap dari bebatuan kuno ini, memberi kita jendela menuju lingkungan layak huni yang secara mengejutkan terlihat mirip dengan tempat-tempat di Bumi saat ini,” kata Nina.

“Mineral mangan umum ditemukan di perairan dangkal dan beracun yang ditemukan di tepi danau di Bumi, dan sungguh luar biasa menemukan fitur-fitur yang dapat dikenali di Mars kuno,” lanjutnya.

Di Bumi, jumlah mangan yang tinggi disebabkan karena adanya oksigen di atmosfer, dan proses ini sering kali dipercepat oleh kehadiran mikroba. Mikroba di Bumi dapat menggunakan banyak bilangan oksidasi mangan sebagai energi untuk metabolisme.

Oleh karena itu, jika ada kehidupan masa lalu di Mars yang membentuk batuan dasar danau di Kawah Gale di Mars dengan jumlah mangan yang sangat tinggi tersebut, maka dipastikan dapat menjadi sumber energi yang berguna bagi kehidupan.