Gara-gara Kasih Jawaban Ngawur, Fitur AI Google Diejek Netizen

Iptek1557 views

Inionline.id – Fitur AI Overview yang dapat merangkum hasil pencarian di Google yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) malah jadi olok-olokan warganet. Penyebabnya, fitur itu malah memberikan jawaban ngawur dari sejumlah pertanyaan.

Fitur baru Google ini memang merupakan upaya perusahaan untuk mengejar pesaingnya yakni Microsoft dan OpenAI. Namun, tak lama setelah peluncurannya para pengguna menyatakan bahwa AI Overview memberikan jawaban yang tidak benar.

Dalam beberapa keluhan pengguna di media sosial X (sebelumnya Twitter), diketahui fitur AI Overview merekomendasikan lem sebagai bagian dari resep pizza dan penggunaan batu untuk mendapatkan nutrisi. Hal ini membuat kecerdasan buatan Google ini tidak dipercaya dan menyebabkan kehebohan di dunia maya.

Jawaban yang salah dalam AI tersebut, dianggap telah merusak kepercayaan terhadap Google yang sebelumnya telah menjadi pemberi informasi resmi bagi lebih dari dua miliar orang.

Sementara itu, pihak Google tetap mengatakan bahwa produk AI yang mereka kembangkan menghasilkan informasi berkualitas tinggi kepada pengguna.

“Banyak contoh yang kami lihat merupakan pertanyaan yang tidak biasa, dan kami juga melihat contoh yang direkayasa atau tidak dapat kami reproduksi,” kata Meghann Farnsworth, juru bicara Google melansir dari The Verge,┬áSelasa (28/5).

Namun mereka juga menegaskan bahwa perusahaan akan mengambil tindakan cepat untuk menghapus jawaban AI pada pertanyaan tertentu sebagai bentuk pengembangan fiturnya.

“Jika sesuai berdasarkan kebijakan konten kami, dan menggunakan contoh-contoh ini untuk mengembangkan perbaikan yang lebih luas pada sistem kami, beberapa di antaranya sudah mulai diluncurkan,” lanjut juru bicara Google.

Fitur AI Overview ini sebelumnya diperkenalkan dalam gelaran I/O 2024 pada 15 Mei 2024. Fitur ini memberikan simplifikasi pada topik-topik yang tengah ditelusuri pengguna di Google Search.

Namun, fitur ini baru akan diluncurkan untuk pengguna di Amerika Serikat (AS). Pengguna di negara lain disebut akan dapat menikmati fitur ini beberapa waktu mendatang.

Permasalahan pada fitur ini rupanya juga memperluas rekam jejak Google yang mengalami masalah dengan fitur AI terbarunya segera setelah diluncurkan.

Seperti sebelumnya pada Februari 2023, ketika Google mengumumkan Bard, sebuah chatbot untuk melawan ChatGPT, Google membagikan informasi yang salah tentang luar angkasa yang membuat nilai pasar perusahaan turun hingga $100 miliar.

Kemudian pada Februari 2024, ketika perilisan Gemini, sebuah chatbot yang dapat menghasilkan gambar dan bertindak sebagai asisten digital yang dioperasikan dengan suara.

Pengguna menyadari bahwa Gemini menolak untuk menghasilkan gambar orang kulit putih dalam banyak kasus dan malah membuat penggambaran tokoh sejarah yang tidak akurat.