BNPB Menyebut Korban Banjir Sumbar 14 Masih Hilang, 61 Meninggal Dunia

Berita857 views

Inionline.id – Sampai dengan Sabtu (18/5), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, 61 orang meninggal dunia imbas banjir lahar hujan atau ‘galodo’ yang melanda sejumlah wilayag Sumatera Barat.

BNPB merinci, sebanyak 29 orang meninggal dari Kabupaten Tanah Datar, 22 orang dari Kabupaten Agam, dua orang dari Kota Padang Panjang, dua orang dari Kota Padang, satu orang dari Padang Pariaman, dan lima lainnya belum teridentifikasi.

BNPB, dalam keterangan resminya, melaporkan bahwa sampai dengan hari ini masih ada 14 orang yang hilang dan belum ditemukan. Rinciannya, 13 di antaranya warga dari Kabupaten Tanah Datar, dan satu lainnya dari Kabupaten Agam.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan proses pencarian dan penyelematan akan dilaksanakan sampai keluarga korban merasa cukup. Hingga hari ini, upaya pencarian dan penyelamatan korban yang dilaporkan hilang masih dilanjutkan.

“Golden time pencarian dan penyelamatan sesuai dengan SOP memang terbatas pada tujuh hari pascakejadian, namun kami akan tanyakan kepada ahli waris yang anggota keluarganya hilang, jika mereka masih berharap keluarganya dicari maka BNPB akan mengkoordinasikan upaya pencarian lanjutan dibantu dengan tim gabungan untuk beberapa hari kedepan”, kata Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).

Lebih lanjut, sebagai upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir lahar hujan yang melanda Sumatra Barat, BNPB melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejak Rabu (15/5).

Upaya ini dilaksanakan mengingat masih ada potensi banjir lahar yang baru dengan volume lebih besar menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Pada Sabtu (18/5) yang merupakan hari keempat operasi TMC telah melakukan kegiatan penerbangan sebanyak 10 sorti dengan total bahan semai sebanyak 10 ton NaCl.

Hasil TMC ini antara lain menunjukkan terjadi curah hujan ringan hingga sedang di wilayah Sumatera Barat bagian Utara dan Selatan dengan intensitas hujan tertinggi mencapai 40 mm. Wilayah yang dilakukan penyemaian cenderung menerima hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Merujuk BMKG terkait prakiraan cuaca sepekan ke depan dengan prediksi potensi hujan di wilayah Sumatra Barat, maka operasi TMC akan diperpanjang hingga 24 Mei 2024. Hal ini diupayakan guna mengantisipasi potensi bencana susulan akibat curah hujan tinggi.