Alasan Mau Lanjutkan Proyek Pindah Ibu Kota Jokowi, Prabowo Buka Suara

Headline, Nasional757 views

Inionline.id – Alasan melanjutkan proyek pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diungkapkan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Mulanya, ia mengungkap rencana pemindahan ibu kota sudah tercetus sejak tahun-tahun pertama kemerdekaan Indonesia oleh Presiden pertama Sukarno.

Alasan utamanya, imbuh Prabowo, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh negeri, tak hanya berpusat di Jawa tapi juga luar Jawa.

Alasan kedua, karena Jakarta yang sudah terlalu padat penduduknya dan membuat beban ekologis sangat besar. Prabowo menyebut saat ini Jakarta tengah menghadapi kenaikan permukaan laut 5 cm hingga 10 cm per tahun.

“Jadi kita harus membangun giant sea wall (tanggul laut raksasa). Itu adalah salah satu program saya juga,” ujarnya dalam Qatar Economic Forum yang dikutip dari tayangan Youtube Bloomberg Live, Kamis (16/5).

“Tapi memindahkan ibu kota adalah salah satu cara untuk membawa pertumbuhan di luar Jakarta, di luar Jawa, dan juga dalam beberapa tahun ke depan sebelum tanggul laut raksasa selesai, yang akan memakan waktu mungkin 10-15 tahun (hingga) kota kita aman dari genangan air,” sambungnya.

Prabowo pun percaya diri anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mampu membiayai pembangunan IKN. Proyek pemindahan ini akan dilanjutkan di era pemerintahannya.

Menurutnya, pembangunan IKN yang membutuhkan anggaran US$35 miliar secara total atau Rp557,27 triliun (asumsi kurs Rp15.922 per dolar AS), itu pun dicairkan per tahun sekitar US$1 miliar atau Rp15,91 triliun per tahun.

Kebutuhan modal yang besar itu, kata Prabowo, untuk jangka waktu lama sehingga ia yakin kas negara akan bisa membiayai proyek warisan Presiden Jokowi itu.

“Perhitungannya adalah kami membutuhkan 25 tahun hingga 30 tahun untuk menyelesaikan modal ini. Jadi, jika Anda mengatakan US$30 miliar selama 30 tahun, itu berarti US$1 miliar per tahun. Ekonomi Indonesia, anggaran Indonesia bisa memenuhi itu. Jadi kami sangat percaya diri,” imbuh menteri pertahanan itu.

Ia mengatakan untuk tahap awal IKN akan menggunakan uang negara. Setelah infrastruktur dasar terbangun, maka ia yakin investasi asing akan masuk kemudian.