Soal Khotbah Pemilu Curang, Panitia Salat Id di Bantul Minta Maaf

Antar Daerah2557 views

Inionline.id – Pihak panitia penyelenggara salat idulfitri 1445 H di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul meminta maaf atas kejadian khatib yang menyampaikan ceramah menyinggung dugaan kecurangan pemilu. Isi materi khutbah ini diduga jadi pemicu sejumlah jamaah bubar lebih dulu, Rabu (10/4) lalu.

Salat idulfitri di Lapangan Banguntapan itu diselenggarakan oleh panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan. Khatib adalah seorang akademisi yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Kami mohon maaf untuk itu,” kata Ketua PHBI Tamanan, Sujendro Nugroho saat dihubungi, Jumat (12/4).

Menurut Sujendro, panitia tahun ini terlalu fokus ke kegiatan takbiran dan festival lomba menyambut lebaran. Sementara itu, panitia juga kesulitan mencari khatib untuk salat idulfitri karena para ustaz sudah terjadwal mengisi ceramah di tempat lain.

Sujendro mengaku sejak jadi Ketua PHBI di tahun 1987, tidak pernah ada persoalan macam ini. Menurutnya semua khatib dianggap sudah paham batasan-batasan materi ceramah salat idulfitri.

Demikian pula dosen yang bersangkutan dulu juga sudah pernah diminta menjadi khatib oleh panitia PHBI Tamanan dan kala itu materi ceramahnya masih dianggap biasa saja.

Sujendro mengaku yang meminta sang khatib mengisi khutbah salat id.

“Saya enggak ketemu langsung, cuma WA saat meminta beliau menjadi khatib karena waktunya sangat mepet,” ujarnya.

Sujendro juga mengaku tidak mencari tahu apa isi khutbah yang akan disampaikan. Ia menganggap khatib sudah tahu batasan karena sejak dulu tidak pernah ada kasus materi cerama dipermasalahkan.

“Ya baru kali ini. Saya sendiri khilaf, saya mohon maaf,” kata Sujendro.

Sewaktu sang dosen mulai menyampaikan materi ceramah bermuatan politik kemarin, Sujendro mengatakan tidak semua jemaah salat id di Lapangan Tamanan langsung angkat kaki. Sebagian tetap tinggal hingga khotbah selesai.

Pascaacara, Sujendro sendiri juga sudah menemui khatib secara dan menyampaikan agar tak lagi memberikan ceramah bermuatan politik.

“Saya bilang, lain kali tidak usah menyinggung masalah politik saja pak, nanti kasihan jamaahnya,” ujar dia.

Kepada jajaran Kemenag Bantul, melalui KUA Banguntapan, kata Sujendro, pihaknya juga sudah memberikan penjelasan dan bakal melakukan evaluasi agar permasalahan serupa tak kembali terulang.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan momen jamaah ‘bubar jalan’ salat idulfitri ketika khatib menyampaikan khotbah menyangkut kecurangan pemilu.

Akun X (Twitter) @merapi_uncover yang mengunggah video itu menyebut peristiwa ini terjadi di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY.