Ratusan Polisi Berjaga di Dalam Gedung MK, Kawal Gugatan Pilpres 2024

Berita1157 views

Inionline.id – Sebanyak 130 personel dikerahkan untuk pengamanan dalam gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu terkait dengan penanganan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa Pilpres 2024 yang tengah berlangsung.

“Pengamanan di dalam Gedung MK ada 130 personel perbantuan dari kepolisian, sedangkan personel yang di luar itu otoritasnya kepolisian,” ujar Juru bicara MK Fajar Laksono di Gedung MK RI, Jakarta, Senin (25/3).

“Jadi kita tidak tahu persis petanya. Tapi di depan di belakang di luar MK ada personel kepolisian,” kata Fajar.

Menurut Fajar, upaya pengerahan pengamanan itu dilakukan untuk menjaga ketertiban jalannya persidangan.

“Pertimbangan ya karena memang pasti sidang PHPU ini pasti kan jadi menjadi magnet magnitudonya besar, sehingga jadi makin banyak yang menyaksikan secara langsung ya. Sekadar upaya-upaya hal yang tak diinginkan, termasuk ketertiban soal parkir dan juga masuknya hakim dan pelapor,” jelas dia.

MK telah menerima dua pengajuan permohonan perkara PHPU Pilpres 2024 dari kubu 01 dan kubu 03.

Adapun kini, MK juga tengah membuka pendaftaran bagi peserta Pilpres yang bakal mendaftar sebagai pihak terkait.

Karena kubu 01 dan 03 menjadi pemohon. Fajar menyebut kemungkinan besar kubu 02 yang akan jadi pihak terkait.

Prabowo-Gibran dapat menjadi pihak terkait dalam perkara sengketa Pilpres 2024. Hal itu diatur dalam Pasal 3 Peraturan MK Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tata Beracara dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

MK dijadwalkan akan menggelar sidang perdana sengketa Pilpres 2024 pada Rabu (27/3) mendatang.

Hal tersebut dituangkan dalam Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal PHPU 2024. Beleid itu diteken Ketua MK Suhartoyo tertanggal 18 Maret 2023.

“Pemeriksaan pendahuluan, memeriksa kelengkapan, dan kejelasan materi permohonan serta memeriksa dan mengesahkan alat bukti pemohon,” demikian bunyi beleid tersebut.