Sapi dengan Penyakit LSD Ditemukan Pemkot Depok

Antar Daerah1357 views

Inionline.id – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menemukan Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit lato-lato pada sapi di wilayah itu.

“Ditemukan, masih dalam observasi. Belum tahu jumlahnya karena masa inkubasinya lama,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Dede Zuraida, Selasa (23/5).

Dede menambahkan penanganan dan pencegahan penyakit LSD pada sapi harus dilakukan dengan vaksinasi secara spesifik.

“Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus terhadap LSD. Pengobatan LSD bersifat symptomatik untuk mengobati gejala klinis yang muncul dan suportif untuk memperbaiki kondisi tubuh ternak terinfeksi,” kata Dede Zuraida.

Dede Zuraida menambahkan kewaspadaan terhadap LSD harus ditingkatkan dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit.

“Lalu memperketat pengawasan lalu lintas hewan dan pengujian dan diagnosis penyakit LSD,” kata dia.

Penyakit LSD karena virus dari keluarga Poxviridae yang menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat. Sapi yang kena virus tersebut, sekujur tubuh sapi akan muncul benjolan seperti lato-lato dan bernanah.

Sementara itu, sejumlah pengusaha ternak dan pedagang kurban di Depok mengklaim terus meningkatkan pengawasan agar hewan mereka terhindar dari penyakit mulut dan kuku (PMK) dan LSD menjelang Idul Adha 1444 H.

“Sudah kami antisipasi, kami menjual hewan kurban mengedepankan kualitas sapi yaitu kesehatan untuk pembeli hewan kurban, karena dagingnya dikonsumsi banyak orang,” kata salah satu peternak, Hendra.

Salah satunya, kata pria yang memiliki Farm Shogir itu, dia bersama asosiasi peternak sapi membeli vaksin untuk pencegahan LSD secara mandiri di Australia.

“Vaksin ini untuk kekebalan tubuh. Kami beli secara mandiri dan bareng tidak dibiayai oleh pemerintah. Sapi Bali yang kami beli tentunya melalui proses karantina dan sudah divaksin,” tutur Hendra.

“LSD ini bukan kejadian luar biasa. Tapi kami sebagai penjual hewan kurban mengantisipasi dan mencegah penyakit LSD dan PMK,” kata dia.