Imbas BBM Naik Sopir Angkot dari Banten hingga Kendari Lakukan Mogok Massal

Antar Daerah457 views

Inionline.id – Akibat kenaikan harga BBM Polresta Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menyiapkan bus gratis untuk mengantar anak-anak sekolah selama sopir angkot mogok massal.

Para sopir memutuskan melakukan mogok massal karena ikut melakukan unjuk rasa terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman mengatakan pihaknya menyiapkan dua bus sekolah yang akan mengantar pulang para siswa nantinya secara gratis.

“Kami dari polresta akan menyiapkan dua unit kendaraan jenis bus yang nanti akan difungsikan untuk mengantar anak-anak pulang sekolah,” katanya, Selasa (6/9) seperti dikutip dari Antara.

Dia menyebut aksi mogok yang dilakukan oleh para sopir angkot itu menyebabkan anak sekolah sulit mendapatkan transportasi umum ketika pulang sekolah.

Demi menyiapkan kendaraan agar pelajar di daerah tersebut tidak berjalan kaki ketika pulang sekolah seperti yang terjadi pada Senin (5/9), Polresta Kendari telah berkoordinasi dengan Pemkot Kendari agar dibantu untuk menyiapkan alat transportasi anak sekolah di daerah itu.

Dari koordinasi tersebut, Eka menyebut, Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan delapan bus dengan kapasitas berbeda-beda.

“Alhamdulillah dari pemkot juga siapkan enam unit bus. Tiga unit bus dengan kapasitas 40 orang penumpang dan tiga bus lagi kapasitas 20 orang,” kata mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra itu.

Ia menambahkan di bus tersebut juga akan disiapkan personel kepolisian untuk mengantisipasi adanya gangguan dan ancaman dari para sopir angkot yang melakukan demonstrasi.

Sementara itu di Ambon, Maluku, aksi mogok massal pun dilakukan para sopir angkot sebagai protes atas kenaikan harga BBM serta tarif angkutan yang belum disesuaikan.

“Kalau sekarang yang melakukan aksi mogok melayani penumpang adalah angkot jurusan Terminal Mardika-Amahusu, Latuhalat hingga Mercusuar,” kata Andres (35), salah satu pengemudi angkot di Kota Ambon, Senin.

Sopir angkot trayek Terminal Mardika-Ahuru, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) itu mengharapkan Dishub Pemkot Ambon segera bisa mengeluarkan daftar tarif trayek angkutan umum yang baru.

Banyaknya calon penumpang di terminal yang menunggu mobil angkot namun tidak muncul, maka para supir angkot jurusan Terminal Mardika-Gunung Nona akhirnya melayani para penumpang tersebut.

“Sampai siang ini, belum ada mobil angkot jurusan Amahusu, Latuhalat, dan Mercusuar yang beroperasi sehingga ada supir angkot jurusan lain yang membantu kami,” kata Sendy (40), salah satu warga.

Mobil angkutan kota jurusan Terminal Mardika-Amahusu, Latuhalat, dan Mercusuar, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon) tidak beroperasi secara serempak akibat naiknya harga BBM jenis pertalite dan solar yang diberlakukan pemerintah sejak Sabtu, (3/9) 2022.

Aksi angkot mogok sebagai protes atas kenaikan BBM hingga tarif yang belum disesuaikan pun terjadi di beberapa daerah di Banten dan Jawa Barat.

Di Banten, di Kota Pandeglang para sopir angkot melakukan mogok operasi pada Senin siang, sehingga membuat warga terutama pelajar kesulitan saat pulang sekolah.

“Pas pagi angkot ada. Cuma, mau pulang nggak ada,” kata salah satu pelajar bernama Ibnu Hasim di Pandeglang, Banten, Senin (5/9) seperti dikutip dari detik.

Kadishub Pandeglang Atang Suhana pun mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk  menyediakan kendaraan agar siswa bisa pulang ke rumah.

Di Jawa Barat, angkot mogok di antaranya terjadi di Majalengka dan Purwakarta. Alhasil, aparat setempat pun mengoperasikan kendaraan operasional untuk membantu mengangkut warga hingga pelajar.