Awal Oktober Menjadi Target BPOM untuk Izin Darurat Vaksin Inavac dapat Diterbitkan

Headline, Nasional8257 views

Inionline.id – Pada awal Oktober 2022 menjadi target Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk izin penggunaan darurat (EUA) vaksin virus corona (Covid-19) Inavac dapat diterbitkan.

Vaksin Inavac dikembangkan dengan platform inactivated virus oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya saat ini tengah memproses pengajuan uji klinik Inavac untuk kegunaan vaksin penguat atau booster.

“Vaksin Merah Putih [Inavac] masih dalam finalisasi, jadi sebentar lagi. Ini kan September, awal Oktober akan dapat EUA,” kata Penny di Kompleks Gedung DPR RI, Rabu (28/9).

Penny menyebut seluruh vaksin buatan dalam negeri dinyatakan halal berdasarkan hasil audit dan sertifikasi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Itu semua vaksin halal, sudah tersertifikasi halal. Jadi semua vaksin dalam negeri adalah vaksin halal,” ujarnya.

Vaksin Inavac merupakan salah satu merek vaksin dalam konsorsium Merah Putih. Selain Unair, terdapat sejumlah universitas dan lembaga lainnya yang mengembangkan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri.

Di antaranya LBM Eijkman dengan vaksin subunit protein rekombinan, serta vaksin dari LIPI dengan metode protein rekombinan modifikasi RBD. Kemudian, ITB dengan metode sub unit protein rekombinan dan Adenovirus vector.

Lalu UI dengan metode pengembangan DNA, mRNA, dan platform virus like-particles. Dua yang lain, yakni UGM dengan subunit protein rekombinan, dan dari Unpad dengan dua platform protein rekombinan dan peptida, IgY Anti-RBD.

Namun vaksin tim Unair yang paling cepat berproses untuk mulai memasuki tahap uji klinik pada manusia. Vaksin Merah Putih Unair yang kemudian diberi nama Inavac sudah mulai melakukan uji klinik pada manusia sejak Februari lalu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga berharap vaksin Inavac yang dikembangkan oleh Unair bisa digunakan untuk vaksinasi booster dan vaksin bagi anak usia 3-6 tahun.