by

Wagub DKI Meyakini Bahwa Pemindahan IKN ke Kalimantan akan Bantu Cegah Jakarta Tenggelam pada 2050

Inionline.id – Dalam upaya mencegah Jakarta tenggelam pada 2050 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meyakini pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan berdampak signifikan.

Menurut Riza pemindahan IKN akan mampu mengurangi beban penurunan muka air tanah di Jakarta.

“Salah satu tujuannya memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta, termasuk beban penurunan muka air tanah,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/8).

Riza mengatakan hal itu akan berdampak cukup banyak. Pemindahan IKN berdampak pada migrasi besar-besaran, khususnya pegawai negeri sipil (PNS) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan bahwa jumlah PNS kementerian/lembaga di Jakarta cukup banyak. Dengan memindahkan IKN ke Kalimantan Timur, ia meyakini banyak PNS yang tinggal dan bekerja Jakarta akan ikut pindah.

“Karena kan terjadi pergesaran jumlah warga yang ada di Jakarta ke IKN. Itu terjadi pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah, perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini,” jelas Riza.

“Warga yang selama ini tinggal di DKI Jakarta yang PNS, yang berkantor di Jakarta selama ini, tinggal di jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup,” kata dia menambahkan.

Sanksi gedung pengguna air tanah

Riza juga mengatakan bahwa upaya lain untuk mencegah Jakarta tenggelam adalah meminimalisasi penggunaan air tanah.

Menurut Riza salah satu yang harus dikurangi penggunaan air tanah adalah bangunan-bangunan tinggi yang ada di Jakarta.

“Bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen, juga kita minta tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih,” ungkap Riza.

Riza mengatakan pihaknya melalui PAM Jaya saat ini tengah mengupayakan pipanisasi air, sehingga penggunaan air tanah bisa berkurang. Ia mengatakan pihaknya ke depan bakal mengawasi dan mengevaluasi lebih lanjut terkait penggunaan air tanah tersebut.

“Ini juga dilakukan monitor dan evaluasi, karena ini juga salah satu sebab penggunaan air tanah berlebihan,” paparnya.

Ia lantas meminta warga melaporkan gedung-gedung yang masih memanfaatkan air tanah. Riza menjamin Pemprov DKI bakal memberi sanksi ke pengelola gedung yang masih menggunakan air tanah.

“Tentu ada sanksinya ya silakan nanti disampaikan kepada kami. Nanti petugas kami cek. Sanksinya macam-maca, mulai dari peneguran sanksi sampai juga pencabutan,” pungkasnya.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memprediksi Jakarta tenggelam 2050 jika tak ada upaya pengendalian atas tingginya penggunaan air tanah di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Arief, penggunaan air tanah yang tidak terkendali bisa berdampak pada lingkungan, sehingga berbahaya bagi kehidupan di Jakarta di masa mendatang.

“Pengambilan penggunaan dari air tanah ini masih sangat besar sekali di Provinsi DKI Jakarta. Dan memang ini membuat kemudian banyak efek ekologi menjadi salah satu hal mengancam,” kata Arief dalam acara diskusi daring, Senin (8/8).

Arief mengatakan jika eksploitasi air tanah masif dilakukan secara terus menerus, Jakarta bisa tenggelam pada 2050.

Hal ini disebabkan permukaan tanah turun dan permukaan laut naik. Menurutnya, sebagian besar wilayah yang akan tenggelam yaitu di Jakarta Utara.

“Prediksinya di tahun 2050, diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam,” ujar dia.