by

UNJ Mengenalkan Bahasa Prancis di TBM Bukit Duri Bercerita

Inionline.id – Belajar bahasa asing ternyata bisa sangat menyenangkan. Meski baru tahap pengenalan, sekitar 25 anak-anak usia sekolah dasar (SD) di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita di Bukit Duri Tanjakan III, Tebet, Jakarta Selatan, tampak antusias.

Bahasa asing yang diperkenalkan adalah bahasa Prancis. Dua mahasiswa tingkat akhir dari Prodi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yakni Fatma dan Dita, bertindak sebagai memberi materi. Keduanya didampingi Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ, Subur Ismail, dan dosen Yusi Asnidar.

Baik Fatma maupun Dita memperkenalkan alfabet dan angka dalam bahasa Prancis. Anak-anak mengikuti lafal yang diulang-ulang dan sesekali diselingi lagu dalam bahasa Prancis.

Proses mewarnai seperti lomba ini juga membuat anak-anak bergembira. Untuk memudahkan proses mewarnai, TBM Bukit Duri Bercerita menyediakan pensil warna-warni.

Pengadian masyarakat

Subur Ismail mengatakan apa yang dilakukan dosen dan mahsiswa UNJ di TBM Bukit Duri Bercerita ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan masalah satu Tri Darma Perguruan Tinggi.  Kegiatan ini dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk. Misalnya, melakukan aktivitas yang berdampak bagi kehidupan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ memilih kegiatan berupa pengajaran bahasa Prancis bagi masyarakat, terutama anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA,” kata Subur.

Menurutnya, kegiatan ini bukan dimaksudkan agar anak-anak yang belajar bahasa Prancis lantas mahir. Kegiatan ini bersifat memberikan edukasi baik bagi para pembelajar sekaligus orang tua.

Mengedukasi anak

Subur mengatakan kegiatan ini merupakan media untuk mengedukasi anak dan orang tua di sekitar Bukit Duri Tanjakan. Mereka diperkenalkan mengenai arti pentingnya mengenal bahasa asing, khususnya bahasa Prancis.

Pendiri TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih, menyambut baik kerja sama dengan Prodi Bahasa Prancis UNJ ini. Sebab, kata dia, kegiatan ini membuka wawasan anak-anak sejak dini tentang pentingnya memperlajari bahasa asing.

“Kita tak tahu, mungkin suatu saat ada di antara anak-anak TBM di sini yang bisa melanjutkan studi atau bekerja di Prancis. Yang penting, kita bukakan wawasan dan tingkatkan semangat belajar mereka,” kata Safrudiningsih yang biasa dipanggil Kak Ning Nong ini.