by

Joe Biden Tak Terima, Pebasket AS Divonis 9 Tahun Bui di Rusia Gegara Narkoba

Inionline.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut hukuman pengadilan Rusia terhadap bintang bola basket AS, Brittney Griner, tidak dapat diterima. Dia meminta Griner yang divonis bersalah gara-gara narkoba segera dilepaskan.

“Rusia secara salah menahan Brittney. Itu tidak dapat diterima dan saya meminta Rusia untuk segera membebaskannya sehingga dia bisa bersama pasangannya, orang yang dicintai, teman dan rekan satu timnya,” kata Biden dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022).

Dia menegaskan dirinya akan ‘bekerja tanpa lelah dan mengejar setiap jalan yang mungkin’ untuk memulangkan Griner dan seorang warga Amerika lainnya yang ditahan di Rusia, Paul Whelan. Negosiasi dilaporkan sedang berlangsung untuk menukar keduanya dengan orang Rusia yang dipenjara di Amerika Serikat, termasuk penyelundup senjata terkenal Viktor Bout.

Sebelumnya, pengadilan di Rusia ‘menyatakan terdakwa bersalah’ karena menyelundupkan dan memiliki ‘narkotika dalam jumlah yang signifikan’. Putusan itu dibacakan hakim Anna Sotnikova di pengadilan di kota Khimki di luar Moskow.

Sotnikova menghukum Griner (31) 9 tahun penjara dan mengatakan dia juga harus membayar denda 1 juta rubel. Bintang basket itu ditahan di bandara Moskow pada Februari lalu setelah dia ditemukan membawa kartrid vape dengan minyak ganja di bagasinya.

Penangkapan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum Moskow melancarkan intervensi militernya di Ukraina. Jaksa sebelumnya telah meminta dua kali peraih medali emas bola basket Olimpiade dan juara NBA Wanita itu dijatuhi hukuman sembilan setengah tahun penjara atas tuduhan penyelundupan narkoba.

Pengadilan Griner digelar dengan ketegangan yang meningkat antara Moskow dan Washington atas intervensi militer Rusia di Ukraina yang telah memicu kecaman internasional dan serangkaian sanksi Barat.

“Saya membuat kesalahan, jujur dan saya berharap keputusan Anda tidak mengakhiri hidup saya di sini,” kata Griner.

“Saya ingin pengadilan memahami bahwa itu adalah kesalahan jujur yang saya buat saat terburu-buru, di bawah tekanan, mencoba pulih dari pasca-COVID dan hanya mencoba untuk kembali ke tim saya,” sambungnya.