by

Bandara Schiphol Membatasi Jumlah Penumpang per Hari Kurang dari 70.000

Inionline.id – Bandara Schiphol Amsterdam menyatakan pada Selasa (2/8), pembatasan jumlah penumpang yang sudah diterapkan pada musim panas ini akan diperpanjang hingga September dan Oktober. Mulai bulan Oktober jumlah penumpang bahkan dibatasi hanya 69.500 per hari. Selain itu, pihak bandara meminta penumpang untuk datang tidak lebih dari 4 jam sebelum jadwal penerbangan mereka. Bandara mengatakan langkah itu diterapkan untuk mengatasi kekacauan di bandara dan masalah logistik lainnya.

Maskapai penerbangan Air France-KLM mengatakan, keputusan itu berarti perusahaan harus membatasi penjualan tiket untuk musim gugur. “KLM mengharapkan tidak perlu ada pembatalan untuk memenuhi batas jumlah penumpang,” kata perusahaan itu. “Namun, kursi yang tersedia akan lebih sedikit dari biasanya.”

KLM bulan Juni lalu menyebutkan, mereka akan meminta pertanggungjawaban bandara Schiphol atas kerugian finansial yang diakibatkan oleh pembatasan penumpang.

British Airways hentikan sementara penjualan tiket

Maskapai penerbangan Inggris British Airways (BA) juga telah melakukan langkah antisipasi, menyusul keputusan bandara London untuk membatasi kapasitas dan mengatasi gangguan dan pembatalan yang meluas. BA telah menghentikan penjualan tiket untuk penerbangan jarak pendek dari bandara Heathrow hingga 8 Agustus.

Maskapai milik IAG itu mengatakan, penangguhan penjualan dengan tujuan domestik dan Eropa dirancang untuk memungkinkan pelanggan yang sudah booking, agar dapat memesan ulang penerbangan bila diperlukan.

Heathrow, seperti bandara Schiphol Amsterdam, telah menegaskan kepada maskapai penerbangan untuk membatasi jumlah tiket yang mereka jual selama musim panas, setelah membatasi jumlah penumpang yang terbang maksimal 100.000 orang per hari.

“Sebagai hasil dari permintaan Heathrow untuk membatasi pemesanan baru, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dan membatasi jumlah tiket yang tersedia di beberapa layanan Heathrow, untuk membantu memaksimalkan opsi pemesanan ulang untuk pelanggan yang sudah ada, ,” kata BA dalam sebuah pernyataan.

Kekacauan saat liburan musim panas di Eropa

Pemogokan dan kekurangan staf, memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan ribuan penerbangan dan menyebabkan antrian berjam-jam di bandara-bandara utama Eropa. Setelah melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal di masa pandemi COVID-19, banyak bandara dan maskapai penerbangan kesulitan merekrut tenaga kerja baru. Selain itu, para pekerja yang masih ada terpaksa harus kerja lembur dan sekarang mereka menuntut kenaikan gaji.

British Airways dan KLM sudah menandatangani kesepakatan upah baru dengan staf darat, karena pemogokan mempengaruhi ratusan ribu pelancong pada periode liburan utama.

Pilot di maskapai penerbangan utama Jerman Lufthansa, akhir Juli lalu dalam pemungutan suara memutuskan untuk melancarkan aksi mogok. Serikat pilot Vereinigung Cockpit (VC) menuntut kenaikan gaji 5,5% tahun ini untuk pilotnya. Sebelumnya Lufthansa sudah diguncang aksi mogok peringatan selama satu hari oleh staf daratnya pada 27 Juli, yang memaksa maskapai membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan. Serikat pekerja Verdi menuntut kenaikan gaji 9,5% untuk sekitar 20.000 pekerja dan memperingatkan akan ada lebih banyak pemogokan jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Pilot maskapai Easyjet yang berbasis di Spanyol mengatakan, mereka juka akan mogok selama sembilan hari di bulan Agustus ini, di bandara Barcelona, Malaga dan Palma di Mallorca. Sebelumnya para pekerja Easyjet sudah melakukan pemogokan dari 1 hingga 3 Juli dan 15 hingga 17 Juli, yang menyebabkan beberapa pembatalan dan penundaan penerbangan.

Maskapai penerbangan Eropa, termasuk Lufthansa, British Airways, EasyJet, KLM dan Wizz Air, telah memotong ribuan penerbangan dari jadwal musim panas mereka untuk mengatasi gangguan penerbangan. Sementara dalam waktu bersamaan bandara-bandara besar di Eropa juga telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk membatasi jumlah penumpang.