by

Peringati Tragedi Trisakti 1998 Mahasiswa Ikut Demo Buruh Hari Ini

Inionline.id – Massa dari sejumlah organisasi mahasiswa bergabung dengan kelompok buruh dalam aksi unjuk rasa di daerah Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis hari ini (12/5).

Mereka memperingati Tragedi Trisakti yang terjadi pada 12 Mei 1998 silam. Kala itu, empat mahasiswa Trisakti tewas ditembak aparat.

“Terkait penuntasan kasus HAM yang mana 4 abang-abang Trisakti menjadi korban,” kata Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Fauzal Raisal Misri saat dihubungi, Kamis (12/5).

Dia mengatakan massa yang turun ke jalan sekitar seribu orang berasal dari keluarga besar kampus Trisakti.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga mengatakan hal serupa. Demo mahasiswa menambah jumlah massa buruh yang berunjuk rasa di Patung Kuda.

“Satu lagi adalah dari mahasiswa khususnya dari adik-adik mahasiswa Trisakti akan merayakan hari reformasi,” kata Sambodo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (12/5).

Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerjunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Sejauh ini, arus lalu lintas masih normal, kecuali dalam Medan Merdeka Barat mengarah ke Istana dan Harmoni maupun sebaliknya yang telah ditutup. Dia menyebut penutupan di beberapa ruas jalan yang lain hanya akan dilakukan jika jumlah massa melebihi 2 ribu.

“Kalau misalnya massanya di bawah 2 ribu itu bunderan patung kuda belum ditutup jadi hanya kita atur saja di bundaran patung kuda,” katanya.

“Tapi kalau massanya cukup banyak dan menutup bundaran Patung Kuda maka pengalihan akan kita laksanakan,” tambahnya.

Sejumlah ruas jalan yang berpotensi ditutup imbas kenaikan massa di antaranya Jalan Medan Merdeka Barat depan Balai Kota dan Kedubes AS, Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Kebon Sirih.

Sebelumnya Presiden Serikat Pekerja Nasional (SPN) Riden Haram Aziz sebelumnya menyebut 5 ribu massa buruh akan ikut dalam aksi unjuk rasa May Day hari ini.

Massa merupakan gabungan dari beberapa kelompok buruh termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI).

Riden mengatakan kelompok buruh di bawah KSPSI membawa sedikitnya tiga tuntutan antara lain, cabut UU No. 11 tahun 2020, batalkan kenaikan PPN 11 persen, serta menolak wacana revisi UU Nomor 21 Tahun 2002 tentang Serikat Pekerja.

Dia mengatakan tiga isu besar tersebut yang juga akan dibawa pihaknya dalam aksi berikutnya pada 14 Mei mendatang.