by

Korban Banjir Sintang Saat ini Membutuh Obat-obatan hingga Air Bersih

Inionline.id – Saat ini warga korban banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengaku membutuhkan obat-obatan. Mereka membuat dapur umum secara swadaya, di RT 05/RW 02, Kelurahan Ulak Jaya.

“Kami mendapatkan bantuan dari donatur dan pemerintah daerah, yang kami butuhkan sekarang ini obat-obatan, karena banjir berangsur surut,” kata Ketua RT 05 Wahyu Hidayat, Minggu (21/11).

Wahyu mengatakan obat-obatan dibutuhkan warga setelah banjir berangsur surut. Selain itu, mencegah anak-anak terserang penyakit.

Selain obat-obatan, kata Wahyu, warga membutuhkan air bersih dan gas. Saat ini, warga mendapat pasokan air bersih dari PDAM dan terkadang mengambil di Sungai Kapuas.

Untuk gas, menurutnya, warga masih kesulitan. Pertamina baru akan mengirim pasokan gas dua minggu sekali. Harga gas 3 kilogram dipatok Rp16.500 per tabung.

“Listrik sudah dua hari ini menyala, sebelumnya kami pakai genset secara swadaya,” ujarnya.

Wahyu mengatakan warga yang terdampak banjir di RT 05 sekitar 50 persen dari 71 kepala keluarga.

“Warga yang tidak terdampak banjir turut serta gotong royong, rasa kekeluargaan kami masih terjaga,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau kondisi warga terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Sabtu (20/11)

Suharyanto mengklaim warga terdampak banjir yang telah terjadi selama satu bulan terakhir itu kini telah mulai pulih dan tidak mengalami kesedihan berlarut.

“Mereka rata-rata secara mental tidak mengalami kesedihan yang mendalam. Tadi kami bercanda dan menghibur para pengungsi,” kata Suharyanto.

Berdasarkan laporan dari BNPB per Jumat (20/11), sebanyak 4.901 atau 18.997 warga Sintang masih harus mengungsi. Para pengungsi itu tinggal tersebar di 103 lokasi pengungsian yang ada di tiga kecamatan.