by

Keterangan soal Reuni 212 di Patung Kuda Besok Disampaikan Polda Metro

Inionline.id – Di kawasan Patung Kuda reuni 212 direncanakan digelar pada 2 Desember, Jakarta Pusat. Lalu, apakah reuni 212 itu akan mendapatkan izin dari kepolisian?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan pihaknya akan memberikan penjelasan resmi terkait rencana Reuni 212 itu pada Kamis (25/11) besok.

“Untuk 212 besok saya sampaikan,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Zulpan belum memerinci perihal rencana pengamanan Reuni 212. Ditanya apakah pihak kepolisian telah menerima pengajuan izin kegiatan itu, Zulpan menyebut akan membeberkan secara lengkap besok.

“Besok teman-teman saya undang. Saya bicara terkait (reuni) 212 bagaimana perkembangannya,” terang Zulpan.

Untuk diketahui, panitia sudah menentukan lokasi Reuni 212 bakal digelar di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Polri telah menyiapkan langkah antisipasi untuk kegiatan tersebut.

“Sudah disiapkan langkah-langkah antisipasinya oleh Polda Metro,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (24/11).

Kendati demikian, Dedi meminta masyarakat tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena masih dalam situasi pandemi virus Corona. Massa aksi diimbau untuk tetap menciptakan iklim kondusif dan turut menjaga ketertiban dan keamanan di Ibu Kota.

“Imbauan kepada masyarakat untuk tetap disiplin prokes dan tetap menjaga sit kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif di Jakarta,” tutur Dedi.

Reuni 212 Akan Digelar di Patung Kuda

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin sebelumnya telah menyatakan panitia sudah menentukan lokasi Reuni 212. Rencananya kegiatan tersebut digelar di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

“Benar,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Selasa (23/11).

Novel mengatakan persiapan mekanisme kegiatan sudah selesai, hanya tinggal menunggu proses perizinan.

“Masih proses perizinan nanti kalau sudah ada hasil kami akan berikan rilis resminya,” ujarnya.

Novel menyebut pihaknya turut mengundang beberapa tokoh. Dari tokoh ulama hingga aktivis lintas agama.

“Seperti biasa, para ulama dan Habaib serta tokoh dan aktivis lintas agama serta rakyat Indonesia tentunya,” ucapnya.