by

7.881 Warga di 26 Desa Terdampak, Pulang Pisau Kalteng Sudah 4 Pekan Banjir

Inionline.id – Sudah 4 pekan banjir melanda Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Tinggi muka air di sejumlah kawasan dilaporkan menurun.

“Beberapa kawasan tinggi muka air mengalami penurunan bahkan hingga ketinggian air normal,” kata Kapusdatinkom BNPB Kebencanaan, Abdul Muhari, Rabu (24/11/2021).

Berdasarkan data Senin (22/11/2021), pukul 18.00 WIB, ada 1.981 keluarga atau 7.881 jiwa yang terkena dampak banjir. Selain itu, ada 172 keluarga atau 586 jiwa yang mengungsi.

Sebanyak 902 unit rumah, 4 fasilitas kesehatan, 10 fasilitas pendidikan, dan 7 sarana tempat ibadah terendam banjir. Jalan desa sepanjang 4,508 km juga terendam.

“Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut,” ujarnya.

BNPB terus memonitor kondisi penanganan darurat di kabupaten ini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD kabupaten dan provinsi. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan.

“Peringatan dini cuaca BMKG mengidentifikasi, dalam dua hari ke depan, wilayah Kalimantan Tengah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang,” kata dia.

Pihak BPBD Kabupaten Pulang Pisau juga menginformasikan luapan air masih merendam beberapa permukiman warga dan fasilitas umum. Di samping itu, jalan trans Kalimantan Palangka Raya-Banjarmasin tergenang dengan tinggi muka air sekitar 76 cm sepanjang 170 meter.

“Situasi tinggi muka air di wilayah Kecamatan Banama Tingang sudah berada pada kondisi normal,” ucapnya.

Per Selasa (23/11), Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau masih menetapkan status tanggap darurat. Status tersebut berlaku 14 hari, terhitung mulai 18 November hingga 1 Desember 2021. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pulang Pisau Nomor 539 Tahun 2021 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kecamatan Kahayan Tengah, Kecamatan Banama Tingang, dan Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

4 Kecamatan Terdampak Banjir

Sebanyak 4 kecamatan di Pulang Pisau masih terdampak banjir. Pada Kecamatan Banama Tingang, ada 6 desa terdampak banjir, antara lain Desa Tangkahan, Bawan, Pahawan, Ramang, Hanua, dan Hurung.

Di Kecamatan Kahayan Tengah, ada 3 desa yang terdampak banjir, yakni Desa Penda Barania, Tanjung Sangalang, dan Balukon.

Kecamatan Kahayan Kuala dengan 13 desa, antara lain Desa Tanjung Perawan, Papuyu I Sei Pasanan, Papuyu II Sei Barunai, Sei Rungun, Bahaur Batu Raya, Bahaur Basantan, Papuyu III Sei Pudak, Cemantan, Bahaur Tengah, Bahaur Hilir, Kiapak, Bahaur Hulu, dan Bahaur Hulu Permai.

Kecamatan Jabiren Raya dengan 4 desa, yaitu Desa Tanjung Taruna, Tumbang Nusa, Jabiren, dan Pilang.

Sementara itu, dalam penanganan bencana banjir di Kalimantan Tengah, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto menekankan pada pelayanan warga terdampak, termasuk para penyintas. Pelayanan tersebut salah satunya melalui dukungan logistik dasar dan operasional dapur umum. Dalam penanganan banjir di provinsi ini, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai, logistik, dan personel untuk pendampingan pos komando.