by

Soal Warga Getok Tarif Parkir Mahal Pengelola Wisata Lembang Buka Suara

Inionline.id – Gegara ulah tiga warga yang getok tarif parkir Rp 150 ribu kepada rombongan wisatawan dari luar daerah wajah pariwisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercoreng. Aksi getok tarif parkir yang dilakukan KA (29), MJ (23), dan YC (41) itu viral di media sosial.

Dalam video viral itu, rombongan wisatawan asal luar daerah yang baru selesai berwisata diminta membayar parkir bus seharga Rp 150 ribu. Terdengar suara seorang pria yang merekam video. Dia menjelaskan soal tarif parkir yang mahal.

“Ok guys izin melaporkan masih ada beberapa parkiran di kawasan Farmhouse Lembang dengan tarif Rp 150 ribu, nah yah. Nah ya yang mau daerah sini di bawah Farmhouse. Thank you,” ucap pria tersebut.

Pengelola Farmhouse dan The Great Asia Africa Lembang buka suara soal permasalah tersebut. Public Relation Farmhouse dan The Great Asia Africa Lembang Intania Setiati menjelaskan kejadian getok tarif parkir liar yang dikelola warga di dekat objek wisatanya bukan terjadi kali ini saja.

Beberapa tahun lalu hal serupa sempat terjadi menimpa wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua. “Waktu itu juga pernah terjadi tarif parkir mahal, kemudian dikoordinasikan dengan pihak desa dan pelakunya dibina. Tapi enggak lama akhirnya terulang lagi. Jadi ada yang sengaja mengambil kesempatan di momentum mulai ramai wisatawan ke Lembang,” ucap Intan saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2021).

Intan mengatakan getok tarif parkir yang dilakukan tiga oknum warga tersebut sama sekali tak melibatkan pihaknya sebagai pengelola wisata yang dituju wisatawan.

“Jadi parkir liar itu enggak ada hubungannya sama sekali dengan kita. Wewenang mereka memarkir juga bukan dari kita, karena kan posisinya di luar objek wisata,” katanya.

Dampak buruk dari peristiwa tersebut justru dirasakan langsung oleh pihaknya. Citra objek wisata menjadi tercoreng dan bukan tak mungkin bakal membuat wisatawan kapok untuk datang lagi.

“Ya ruginya citra kita jadi buruk. Orang yang inginnya berlibur, tapi kena tarif parkir mahal bakal kecewa dan malas balik lagi,” ujar Intan.

Dia menjelaskan kehadiran objek wisata di Lembang juga diharapkan bisa menghidupkan roda perekonomian warga sekitar. Misalnya dengan mengelola area parkir, berjualan oleh-oleh makanan, hingga jajanan bagi wisatawan.

“Kita juga ingin warga merasakan adanya wisata. Bisa dengan mengelola kantong parkir, termasuk mungkin sentra oleh-oleh jajanan dan usaha lainnya tapi dengan harga sewajarnya biar wisatawan itu enggak kapok. Selain memang kita mempekerjakan 75 persen warga sekitar,” tutur Intan.