by

Menteri Kesehatan: Vaksinasi Lansia Minim karena Tak Diajak Keluarga

Inionline.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sejumlah faktor penyebab rendahnya capaian vaksinasi virus corona (Covid-19) warga lanjut usia (lansia) di Indonesia. Budi menyebut banyak keluarga yang tak mengajak para anggotanya yang lansia untuk divaksinasi.

Per Minggu (11/10) pukul 18.00 WIB, Kemenkes mencatat vaksinasi dosis pertama terhadap lansia baru 7.080.741 orang. Capaian itu baru 32,85 persen dari target sebanyak 21.553.118 orang.

“Masih banyak yang belum divaksinasi, ada yang memang takut ke rumah sakit, tidak diajak anggota keluarganya, atau enggan keluar rumah. Sehingga mesti dibantu untuk diyakinkan agar mereka lansia bisa segera divaksinasi,” kata Budi dikutip dari situs resmi Kemenkes, Senin (11/10).

Budi memastikan pihaknya terus memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 pada lansia di Indonesia. Menurutnya, elompok warga lansia memiliki faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih parah dibandingkan anak-anak saat terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan data, selama pandemi tercatat kelompok yang memerlukan perawatan di rumah sakit didominasi oleh para lansia.

Budi bakal menyosialisasikan secara masif kepada para keluarga yang memiliki lansia di rumahnya. Ia menyebut, potensi kematian yang dihadapi lansia terpapar Covid-19 sangat tinggi.

“Jadi buat bapak ibu, kalau ada kakek dan neneknya yang belum divaksin cepat-cepat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan atau sentra vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Budi, rendahnya partisipasi lansia dalam program vaksinasi disebabkan akses informasi dan transportasi. Ia bakal bekerja sama dengan sejumlah kementerian atau lembaga untuk meningkatkan pelayanan vaksinasi lansia.

Budi meminta para keluarga yang memiliki lansia di rumahnya lebih aktif menjelaskan agar para lansia mau untuk divaksinasi Covid-19.

“Sentra-sentra vaksinasi dengan kapasitas 1000-2000 sasaran per hari terus diperbanyak di seluruh pelosok Tanah Air,” ujarnya.

Capaian vaksinasi secara nasional per Minggu (11/10) pukul 18.00 WIB, sebanyak 100.189.038 orang telah menerima suntikan dosis satu. Sementara baru 57.522.234 orang yang menerima suntikan dosis dua.