by

Jabodetabek Tak Turun Level PPKM Gegara Vaksinasi, Kemenkes Ungkapkan Kendalanya

Inionline.id – Kawasan algomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) masih menerapkan PPKM level 3 karena tingkat vaksinasi sejumlah daerah masih kurang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan kendala yang dilalui.

“Belum mencapai 70% sasaran total, dan lansia belum 60%,” ucap juru bicara urusan vaksin dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi, Senin (10/4/2021) malam.

Daerah yang belum mencapai target vaksin itu di antaranya di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi.

Upaya Door to Door

Siti mengatakan petugas berupaya menjemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat.

“Lansia banyak yang belum mau karena termakan hoax. Percaya memang sudah umurnya, jadi harus dilakukan pelayanan door to door. (Di luar lansia) masih banyak yang takut akan efek samping,” katanya.

Siti Nadia pun menyampaikan, bahwa harus ada pendekatan lebih aktif masyarakat yang belum divaksin. Sehingga mereka mau bersedia untuk divaksinasi.

“Harus melibatkan tokoh agama setempat, dan door to door. Jadi tidak bisa menunggu di sentra vaksin,” katanya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan kawasan aglomerasi Jabodetabek masih berada di PPKM level 3 karena masalah vaksinasi. Beberapa daerah belum memenuhi standar vaksinasi.

“Aglomerasi Jabodetabek belum turun ada di Kabupaten Bogor…. Kabupaten Tangerang dan Bekasi ini masih kekurangan vaksinasi level 3,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10.

Capaian vaksinasi yang rendah membuat daerah di Jawa dan Bali yang naik ke level 3 semakin banyak.

Luhut menyatakan pemerintah terus akan membentuk gugus tugas untuk meningkatkan vaksinasi.

“Untuk turun dari level 2 ke level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota karena mereka belum mampu, saya ulangi, belum mampu meningkatkan jumlah vaksinasi. Jadi capaian vaksinasi yang kita tambahkan jadi kriteria Minggu lalu itu belum tercapai sehingga mereka turun level,” papar Luhut.

“Kami akan melakukan task force untuk ini, jadi ada 2 juta vaksin yang akan kita suntikkan dalam waktu minggu-minggu ke depan. Setelah ini akan kita matangkan mengenai pelaksanaannya,” tutur Luhut.