by

Jabar Diguncang 35 Gempa pada Bulan September, 28 Berpusat di Laut

Inionline.id – Sepanjang September 2021, 35 kali gempa bumi, yang terdiri dari 28 gempa di laut dan 7 gempa di darat, mengguncang wilayah Jawa Barat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, dari peta distribusi episenter gempa periode September 2021, 28 gempa di laut dan tersebar di selatan Pulau Jawa terjadi akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Sementara, lanjutnya, tujuh gempa bumi terjadi di darat dengan kedalaman dangkal sebagai akibat aktivitas sesar lokal.

“Kejadian gempa bumi terjadi dengan kedalaman yang bervariasi pada rentang 1 hingga 85 km. Sedangkan untuk magnitudo gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 4,8 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1,7,” kata Rahayu melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/10).

Sepanjang September 2021, terdapat tiga kali kejadian gempa bumi di Jabar yang dirasakan cukup kuat. Pertama, yakni gempa bumi pada 14 September 2021 pukul 16.08 WIB yang berpusat pada 8,11 Lintang Selatan dan 107.89 Bujur Timur dengan kedalaman 16 km.

Gempa dengan magnitudo 4,4 ini dirasakan di Pamarican, Pangandaran sebesar III MMI, dan di Cikelet, Pameungpek, Parungpoteng sebesar II MMI, serta di Banjar, Cipatujah sebesar I – II MMI.

Kedua, gempa pada 19 September 2021 pukul 06.38 WIB, yang berpusat 7,47 Lintang Selatan dan 106,78 Bujur Timur pada kedalaman 42 km.

Gempa dengan magnitudo 4,8 tersebut dirasakan di Cisurupan, Cikajang, Ciamis, Pangandaran, Karangnunggal, Ciherang, Pangalengan, Gardu, Cihurip sebesar III MMI dan di Bandung, sebesar II MMI.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi (Megathrust) di selatan Pulau Jawa di mana Lempeng Indo-Australia menyelusup menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Terakhir, gempa dengan magnitudo 3,9 yang berpusat pada 8,10 Lintang Selatan dan 107,89 Bujur Timur pada kedalaman 21 km, yang terjadi pada 26 September 2021 pukul 20.15 WIB. Gempa tersebut dirasakan di Cisurupan, Cikajang, Darajat sebesar II MMI, dan si Manonjaya, Salawu, Cikalong sebesar II – III MMI.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Pensesaran di laut pada bagian dalam dari lempeng Eurasia.

“BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa,” ujar Rahayu.