by

Indonesia Kini Tak Perlu Mengimpor Vaksin Rabies-Flu Burung Karena Mampu Produksi Sendiri

Inionline.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melaunching dua vaksin buatan anak bangsa. Kini, Indonesia lebih mandiri karena mampu memproduksi sendiri vaksin rabies dan vaksin flu burung.

Vaksin rabies ini bertajuk Neo Rabivet yang merupakan karya asli anak bangsa. Vaksin ini sudah teregistrasi dan terverifikasi untuk vaksin pada anjing, kera hingga kucing.

Vaksin kedua yakni, vaksin Afluvet HiLow. Vaksin ini merupakan vaksin kombinasi yang mengandung virus H5N1 atau Flu Burung dan H9N2 atau Avian Influenza. Vaksin ini juga bisa memberikan perlindungan pada virus AIH5N1.

“Hari ini kita melepas dua vaksin dan satu serum flu babi. Saya kira ini bagian-bagian dari tagline yang selama ini didorong di Kementan, kita harus setiap hari makin maju, makin mandiri dan makin modern,” kata Syahrul saat peringatan hari Puncak Hari Rabies Sedunia di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jumat (8/10/2021).

“Kemandirian ini, semua vaksin maupun serum harus impor, hari ini kita mampu melakukannya dan mempersiapkan itu lebih baik,” tambahnya.

Tak hanya itu, Syahrul juga menargetkan Indonesia bisa terbebas dari rabies pada 2030. Dia mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan untuk meraih target ini.

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan ini tidak lain adalah upaya bersama untuk melahirkan kegiatan untuk mencegah hadirnya berbagai penyakit-penyakit yang dibawa hewan terutama rabies. Rabies kita sudah zero. Kita menargetkan bebas rabies 2030 itu bisa dilakukan,” lanjut Syahrul.

Di kesempatan ini, Syahrul juga melaunching serum flu babi ini bertajuk Scovet ASF. Serum ini merupakan yang pertama di dunia, karena selama 50 tahun penelitian, vaksin flu babi belum juga ditemukan. Tak hanya itu, serum ini juga sudah diujicobakan di sejumlah babi ternak dan memiliki efektivitas hingga 52%.

“Serum flu babi belum ada di dunia dan ini ada di kita. Ini besok bisa dilaporkan ke bapak presiden,” pungkasnya.