by

Harapan Dewan Jabar M Ichsan Untuk EBT Jawa Barat Yang Mengalami Ketidaksinronan Penganggaran

Bandung, Inionline.id – Selain kritik terhadap fakta Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Barat yang ditujukan ke Ridwan Kamil dan Pemprov Jabar, anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Mochamad Ichsan Maoluddin pun mengungkapkan harapannya kepada pengganti energi fosil tersebut.

Legislator Kabupaten Bogor ini menyatakan bahwa EBT menjadikan solusi untuk tidak saja bagi para pelaku ekonomi tetapi pelaku pendidikan juga bisa merasakan manfaatnya.

“Artinya baik itu disekolah kemudian di industri yang sekarang marak dibeberapa kawasan industri itu semua juga sedang mencoba mengalihkan sumber energi itu, karena memang pada akhirnya nanti kedepannya sudah tidak lagi dilihat jika mesin masih menggunakan sumber-sumber dari energi fosil seperti minyak bumi, batu bara dan itu persaingannya akan ketat,” ujar Ichsan kepada Inionline.Id, Minggu (03/10/2021).

Maka menurut M Ichsan, salah satu solusinya adalah bagaimana energi matahari, udara ataupun listrik ini bisa dimaksimalkan karena mungkin kedepannya akan menjadi murah, hanya di awal memang tekhnologinya cukup memakan anggaran, jika semua berjalan perkiraannya akan jauh lebih bijak dan murah kedepannya, karena langkanya energi fosil.

Terkait postur anggaran EBT yang tidak sinkron dengan kajian, perbandingan antara beberapa OPD menjadi semangat Komisi IV yang harus dimunculkan, karena jika berbicara prioritas semua bidang adalah prioritas.

“Kita selalu dibagian infrastruktur selalu tercoret beberapa program-program maka dari itu jika satu sisi sumber pemasukan dan pendapatan asli daerah Pemprov ini lancar saya kita itu nanti bisa terealisasi, karena untuk perubahan APBD 2021 ataupun 2022 murni itu anggarannya belum terlihat sehingga kita berharap diperubahan itu bisa muncul angka-angka tersebut,” tutur Ichsan.

Faktor pandemi Covid-19 merubah semua tatanan anggaran, tapi kajian yang ada tetap karena Komisi IV juga memahami ketika alam terus dieksploitasi karena energi memiliki keterbatasan maka salah satu solusi untuk menanganinya adalah dengan mengaktifkan energi terbarukan.

“Kalau kajiannya sudah lengkap dan koneksi dengan investor luar sudah siap sebetulnya, hanya saja apakah siap dengan anggaran yang ada,” tutup Ichsan.