by

Efek Samping Vaksin Moderna Paling Banyak Dirasakan Oleh Golongan Usia Muda

Inionline.id – Komnas KIPI (Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) menyebut efek samping seperti kelelahan pada penerima vaksin virus corona (Covid-19) Moderna lebih banyak dirasakan golongan usia 18-64 tahun daripada lansia.

Sekretaris Komnas KIPI Julitasari Sundoro menyebut sebanyak 89,9 persen KIPI kelelahan yang ditemukan terjadi pada pemberian dosis dua vaksin Moderna pada usia 18-64 tahun.

Sementara pada usia lebih dari 64 tahun lebih sedikit, yakni 58,3 persen yang dilaporkan.

“Pada usia lebih tua itu lebih ringan, atau yang muda di rasa-rasa gitu. Karena fatigue-nya dari 89 persen di sana [usia 18-64 tahun], lalu pada usia lebih dari 64 tahun fatigue hanya 58 persen,” kata Julitasari dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Tim Mitigasi, Minggu (17/10).

Selain nyeri, Julitasari juga merinci KIPI vaksin Moderna lainnya seperti axillary swelling/tenderness atau pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak di bawah lengan, kemudian reaksi lokal bengkak, dan juga kemerahan di area penyuntikan vaksinasi.

Sementara untuk reaksi umum vaksin Moderna paling banyak adalah kelelahan. Kemudian sakit kepala, myalgia atau nyeri otot, arthralgia atau nyeri sendi, mual, menggigil, serta demam.

“Reaksinya banyak yang lemas katanya ya, ini terbukti dari laporan-laporan para nakes yang di rumah sakit, yang pertama kali mendapat dosis ketiga,” kata dia.

Indonesia diketahui telah menerima sebanyak 8.000.160 dosis vaksin Moderna. Sebanyak 5.102.300 dosis vaksin Moderna dialokasikan untuk 34 provinsi di Indonesia.

Tercatat, tiga provinsi yang menerima alokasi vaksin Moderna terbanyak yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, masing-masing 500.080 dosis vaksin.

Sementara sisanya dialokasikan khusus untuk booster atau suntikan ketiga kepada 1.468.764 nakes di Indonesia, pun sisanya menurut Kementerian Kesehatan digunakan untuk vaksinasi dosis 1-3 nakes yang memang belum menerima vaksin covid-19.

Adapun data Kemenkes per Minggu (17/10) pukul 12.00 WIB mencatat capaian vaksinasi booster pada nakes baru menyentuh 1.070.061 nakes. Dengan demikian, target booster nakes baru menyentuh 72,85 persen dari target, padahal pelaksanaan booster nakes telah dimulai sejak pertengahan Juli 2021.