by

Temui Kang Anton, Ini Yang Disampaikan Ketum HPPMI

Bogor – Mengawali aktifitas Selasa 14 September 2021, Ketua Umum Himpunan Petani Milenial Indonesia (HPPMI) Aldi Supriyadi , berkesempatan mengunjungi Wakil Ketua Konisi I DPR- RI , Anton Sukartono Suratto.

Dalam kesempatan itu, Aldi Sapaan akrab ketua Umum HPPMI menyampaikan beberapa persoalan mengenai Ketahanan pangan, meskipun bukan bidang Komisi 1 DPR – RI tetapi dia berharap titipan aspirasi tersebut dapat di sampaikan pada kawan – kawan di Komisi IV DPR – RI.

“Meskipun Ketahanan pangan bukan bidang komisi I DPR – RI, tapi saya sudah lama Berkawan dengan beliau Kang Anton, sapaan akrabnya di Bogor. untuk percepatan ekonomi nasional pasca pandemi covid – 19, Saya sampaikan kepada Kang Anton beberapa peluang yang bisa digali dari segi pertanian, perikanan, maupun peternakan.” Paparnya Aldi kepada Wartawan.

Indonesia sebagai negara Agraris, masih Kata Aldi, dengan tanah yg subur, iklim yang menunjang, potensi pertanian , perikanan, dan peternakan sangat berpeluang jika dikembangkan dengan sistem terintegrasi. “Yang sangat diperlukan petani dari Pemerintah adalah perlindungan, bagaimana mereka bisa menjual hasil panen dengan harga yang pantas, sehingga mereka bisa meningkatkan produksi dengan hasil yang lebih baik, hingga hasil panen melimpah dengan harga yang secara otomatis akan lebih murah dengan tetapi petani tetap untung.” Jelas Aldi .

Menganggap potensi tersebut, Kang Anton menyambut baik usulan dan program yang disampaikan HPPMI, menurut Politisi Partai Demokrat itu , Komunikasi secar intensif dengan Pemerintah baik secata langsung atau melalui legislatif, bisa tersampaikan berbagai kendala dan peluang pertanian yang bisa dimaksimalkan. “Setidaknya saya bisa titip aspirasi kepada kawan – kawan komisi IV DPR – RI Yang membidangi masalah Ketahanan pangan. Dengan komunikasi yang intensif, akan saling terbuka dan saling memahami kebutuhan para petani agar bisa menjadi ujung tombak percepatan ekonom nasional.” Jelasnya.

Di masa pandemi covid – 19, Kang Anton mengakui semua sektor ekonomi lesu, pertanian yg masih menunjukan nilai positif. Menurut data Badan Pusat Statistik BPS, hasil ekspor pertanian bulan Januari – Juli 2021 tumbuh positif 8.71 %, dengan nilai US$ 2,24 Milyar. ” Keberhasilan program Ketahanan pangan itu, selain mencukupi kebutuhan domestik, juga visa meningkatkan ekspor untuk menghasilkan devisa kita.” Ujar Anton.

Kegiatan Petani Milenial yang berhitung dan menanam ini juga sangat strategis, jangan sampai para petani kita yang ikut serentak menanam pada saat komoditi sedang mahal sehingga terjadi penumpukan hasil panen yang menyebabkan harga anjlok, karena stock melimpah. (PSG)