by

Ratusan Mahasiswa Komando Menggelar Apel Persiapan Pendistribusian 10.000 Sembako

Inionline.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) menggelar apel dalam rangka menyambut persiapan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2021.

Presidium Komando Jaksel yang juga merupakan mahasiswa UMJ, Misbahul Anwar mengatakan, Apel dilakukan dalam rangka open donasi Solidaritas Kesaktian Pancasila menggalang 10.000 paket untuk 250 RT yang tersebar di Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor.

bertemakan ‘Berbagi Sembako Dalam Asa Menjemput Gotong royong’, bakti sosial (Baksos) ini mempunyai 2 faktor yang menjadi alasan pihaknya kembali melakukan pendistribusian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Faktor pertama, perdebatan soal penerima bantuan yang tidak bisa ditolerir menjadi alasan lambatnya distribusi kebutuhan pokok pangan, hal itu karena Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 1,5 tahun di Indonesia.

“Kesombongan, lemahnya pendataan, dan adanya indikasi mempermainkan data dalam penanggulangan Covid-19 yang berakibat kepada kesengsaraan rakyat menjadi pesan moral bagi gerakan kita,” kata Misbah, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

“Trias Politika khususnya eksekutif tidak cukup berhasil memanage potensi sumber daya manusia (SDM) dalam seruannya menyatu dan bergotong royong. Bahkan, Pernyataan dan perilaku yang terlihat di jajaran eksekutif serta Trias Politika lainnya, justru menjadi salah satu faktor penyebab gagalnya manajerial potensi SDM dan krisisnya kewibawaan lembaga negara,” lanjutnya.

Sedangkan, untuk faktor kedua, dalam sisi moral dan kemanusiaan, mahasiswa memiliki tanggung jawab atas nama Tridharma Perguruan Tinggi.

“Dalam pendistribusian menggunakan sistem tersebut kita mendapatkan informasi dari lapangan, bahwa perangkat RT gelisah karena terbatasnya paket sembako yang kita miliki, yang berakibat tidak meratanya warga yang menerima paket sembako,” katanya.

Sementara itu, Presidium Komando Tangerang Selatan (Tangsel) Adit menyatakan, 1,5 tahun Covid-19 menjangkit Indonesia, faktanya telah merubah pranata sosial baik yang berdampak positif maupun negatif. Hal strategis yang timbul selain darurat kesehatan, perubahan perilaku sosial kondisi pelemahan ekonomi juga telah menjadi ancaman baru.

“Dalam 1,5 tahun tersebut, Covid-19 faktanya telah meningkatkan indikator kemiskinan warga di Indonesia. Semakin terpuruknya masyarakat bawah karena PHK dan pekerjaan serabutan, serta masyarakat menengah yang khawatir gagal membayar cicilan hutang,” tuturnya.

“Selain itu 1,5 tahun Covid-19 di Indonesia, faktanya juga telah menghadirkan keterpurukan kesehatan dan terjungkalnya ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dengan sistem pendistribusian yang dilakukan secara serentak dalam waktu dan hari yang sama, menjadi suatu bukti bahwa mahasiswa, pemuda dan pelajar menggembleng dirinya atas peran dan fungsi sebagai generasi penerus bangsa dalam memanage penanggulangan masalah.

Secara luas, hal itu juga menjadi jiwa tridharma perguruan tinggi dalam membentuk jiwa mahasiswa yang intelektual, analisa dan data, management, edukasi, dan leadership.

“Manfaat lain yang didapat dari sistem pendistribusian tersebut yaitu sebagai prototype pemanfaatan dan pengembangan SDM. Dalam hal ini, mahasiswa, pemuda dan pelajar sebagai kelompok produktif dan merupakan komponen dari bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia,” terangnya.

“Menjadi catatan bersama, bila Indonesia gagal dalam menangani dan memanfaatkan bonus demografi tersebut, maka bencana pengangguran akan menjadi ancaman untuk pertumbuhan interaksi sosial, diantaranya kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum, kedaulatan sosial, kedaulatan budaya, kedaulatan keamanan, kedaulatan pertahanan, dan kedaulatan hubungan internasional,” tegasnya.

Sumber: tangseloke.com