by

PUPR Targetkan Padat Karya Rumah Menyerap 205 Ribu Pekerja 2022

Inionline.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Program Padat Karya Tunai bidang perumahan dapat menyerap 205 ribu tenaga kerja pada 2022. Melalui program ini, pemerintah akan menggelontorkan dana Rp2,45 triliun.

“Padat Karya Ditjen Perumahan senilai Rp2,45 triliun atau 205 ribu tenaga kerja,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Selasa (31/8), seperti dikutip dari Antara.

Khalawi turut menyampaikan realisasi anggaran program ini yang telah mencapai 48,9 persen dari total anggaran sebesar Rp4,42 triliun. Penyerapan tenaga kerja telah menyentuh 41,39 persen dari target serapan sebesar 388.488 orang.

Dalam rapat tersebut Khalawi juga memaparkan realisasi pagu anggaran direktoratnya yang telah mencapai Rp4,29 triliun.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan penyerapan tenaga kerja pada program Padat Karya Tunai hingga 665 ribu pekerja. Program dilakukan melalui pembangunan infrastruktur berskala kecil dan sederhana yang melibatkan warga setempat.

Bangun 4.587 Rusun

Tidak hanya itu, tahun depan, Direktorat Jenderal Perumahan akan membangun 4.587 unit rusun dengan anggaran sebesar Rp5 triliun.

Pembangunan ribuan unit rusun tersebutĀ untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, dan lembaga pendidikan keagamaan berasrama dengan anggaran mencapai Rp1,61 triliun.

Kemudian, anggaran Rp350 miliar akan digunakan untuk membangun 1.824 rusun khusus (rusus) bagi masyarakat terdampak bencana alam.

Selanjutnya, bantuanĀ rumah swadaya sebanyak 101.250 unit turut akan dibangun pada tahun depan di seluruh Indonesia dengan anggaran mencapai Rp2,31 triliun. Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi MBR sebesar Rp190 miliar.

“Pembangunan perumahan dilakukan dengan pendekatan kawasan yang terintegrasi untuk suksesnya pengentasan daripada kemiskinan ekstrem dan stunting serta kawasan kumuh,” imbuhnya.