by

Pudarnya Tren Sepeda Brompton

Inionline.id – Dalam beberapa bulan terakhir Penjualan sepeda semakin anjlok sehingga berdampak pada harga yang kian turun drastis. Hal ini juga sangat memukul segmen sepeda lipat yang sempat booming,¬†bahkan sepeda Brompton¬†yang dulu harganya ‘terbang’ kini turun drastis.

Eko Wibowo Utomo Selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) menilai penurunan penjualan cukup signifikan, bahkan hingga 30%. Kegiatan pembatasan sosial dan tren gowes yang sudah makin pudar jadi kombinasi pukulan telak bagi pasar sepeda.

Di pasaran kini harga sepeda lipat segmen atas Brompton Semakin turun . Banderol sepeda ini sebelumnya mengalami kenaikan tak wajar pada tahun lalu karena ‘digoreng’ oleh sejumlah pedagang.

Sejak awal hingga pertengahan tahun ini Tren penurunan harga sudah terjadi, sehingga kini mulai ke titik seimbangan baru mendekati akhir tahun. Tren booming sepeda lipat yang mulai pudar berdampak pada permintaan yang turun sehingga berdampak pada harga.

“Brompton harga distributor Rp 36 juta, terakhir saya cek di beberapa penjual sudah ada Rp 34 juta dan itu bisa ditambah bonus seperti helm atau tas. Brompton aja udah mulai turun ke situ,” kata Eko Wibowo Utomo, Rabu (15/9/2021).

Pada tahun lalu harga Brompton M6L Raw Lacquer mencapai Rp 41 juta, kemudian harganya turun landai sekitar Rp 37 juta di awal tahun. Kini banderolnya lebih murah lagi, di marketplace ada yang menjual rendah di angka Rp 35 juta.

Model M6R BE Color dari semula Rp 43 juta kini sudah turun menjadi Rp 39 juta. Kemudian M6R BE Lacquer yang semula di kisaran Rp 46 juta, sempat kembali ke angka Rp 42 juta. Saat ini harganya lebih turun lagi menjadi Rp 41 juta.

Adapun Brompton yang sempat menyentuh harga Rp 50 juta lebih adalah M6L Flame Lacquer hingga Rp 53,2 juta, padahal harga wajar Rp 38 juta. Kini sudah menyentuh Rp 37 juta.