by

Pemprov Sebut Gencarnya Isoter Membuat Kasus COVID-19 di Bali Turun

Denpasar, Inionline.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali gencar melakukan pemindahan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter). Percepatan pemindahan itu dilakukan usai Koordinator pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan datang ke Pulau Dewata.

“Sejak kunjungan Menko Marves di awal bulan Agustus, Bapak Gubernur Bali gencar melakukan pergerakan pasien ke isoter bahkan dilarang keras untuk isolasi mandiri karena relatif berisiko,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, I Made Rentin dalam keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

“Upaya ini didukung penuh oleh personil TNI dan Polri, termasuk relawan serta tenaga kesehatan dan kerja keras tersebut mulai menunjukkan hasil,” imbuh Rentin.

Rentin menuturkan, total ada sebanyak 9.209 orang bisa dipindahkan dari isoman ke isoter periode 12 Agustus 2021 sampai dengan 11 September 2021.

“Strategi penyediaan Isoter untuk kasus terkonfirmasi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR), menunjukan hasil yang cukup signifikan. Salah satunya ditandai dengan menurunnya kasus aktif atau dalam perawatan,” paparnya.

Pada 10 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 12.831 kasus aktif atau dalam perawatan. Dalam kurun waktu sebulan mengalami, kasus aktif mengalami penurunan signifikan yakni lebih dari 65 persen ke angka 4.563 orang per 11 September 2021.

“Demikian juga jika dilihat pada angka perawatan di rumah sakit rujukan, tercatat di tanggal 10 Agustus 2021 sebanyak 2.144 orang dan menurun signifikan pada tgl 11 September 2021 yaitu 990 orang,” tutur Rentin.

Rentin menuturkan, khusus angka isoman mendapat sorotan serius saat kunjungan Menko Marves pada 12 Agustus 2021. Saat itu, isoman masih di angka 8.437 orang dan pada 11 September 2021 tinggal 1.882 orang.

“Angka Isoman ini pun masih akan berkurang jauh jika update data bisa segera dilakukan ke sistem aplikasi nasional, karena lebih dari 50 persen data isoman tersebut sudah 14 hari atau bahkan lebih terkonfirmasi,” kata dia

Menurutnya, jika pembaharuan data itu segera busa dilakukan, pasien isoman bisa dikategorikan sebagai pasien sembuh. Kecuali pasien tersebut beralih untuk dirawat ke rumah sakit atau meninggal dunia.