by

Jokowi Meminta Stok Vaksin di Daerah Segera Digunakan

Inionline.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta stok vaksin di daerah segera digunakan dan tidak terlalu lama berada di gudang penyimpanan. Saat berkunjung ke Sumatera Utara, Jokowi meminta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19.

“Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur. Sekarang stok vaksin kita ada, walau di awal kita sempat kesulitan mendapat vaksin karena negara yang membuat mengutamakan masyarakatnya lebih dulu,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Kamis (16/9).

Vaksinasi Sumut secara keseluruhan mencapai 25,7 persen untuk dosis pertama dan 15,9 persen dosis kedua.

Jokowi menilai masih perlu peningkatan agar target cepat tercapai.

“26 persen untuk yang umum dan 24 persen untuk lansia, saya apresiasi kerja keras bapak/ibu sekalian, tetapi kita masih perlu mengejar target kita, karena masih jauh dari target. Ini butuh kerja sama dengan semua pihak, Forkopimda, tokoh agama, masyarakat,” pungkas Jokowi.

Sementara itu Panglima TNI Hadi Tjahjanjto mengatakan Sumut perlu mengurangi kesenjangan perolehan vaksin di 33 kabupaten/kota. Dengan begitu masyarakat Sumut akan lebih terlindungi dari Covid-19.

“Tidak bisa kita fokuskan hanya di satu daerah saja, penanganan Covid-19 akan tetap sulit bila daerah di sekitarnya masih tinggi penyebarannya, perlu merata. Jadi, jangan biarkan adanya gap jumlah vaksin yang besar di 33 kabupaten/kota,” kata Hadi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan akan terus berupaya meningkatkan vaksinasi ke masyarakat.

“Kita terus dorong vaksinasi sampai ke kabupaten/kota. Tetapi, vaksinasi bukan jadi alasan kita mengabaikan protokol kesehatan, Prokes tetap yang utama untuk saat ini,” kata Edy Rahmayadi.

Di Sumut, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 2,6 persen dari jumlah terkonfirmasi positif, lebih rendah dari nasional yakni 3,24 persen . Begitu juga dengan angka kesembuhan yang mencapai 93,3 persen dari sebelumnya 62,8 persen.

“Selain karena disiplin prokes ini juga karena kita terus meningkatkan vaksinasi. Tetapi, jangan lengah dan kemudian abai akan prokes, tetap disiplin prokes dan tetap perkuat 3T,” kata Edy.