by

PDIP: Pembangunan Infrastruktur Membuat Posisi Geopolitik RI Semakin Strategis

Inionline.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri kabinet. Khususnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono terkait kerja pembangunan infrastruktur terus berjalan meski pandemi Covid-19.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf terbukti bekerja keras di tengah masalah akibat pandemi. Data BPS terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen lebih dibandingkan tahun lalu. Sektor konstruksi menyumbang pertumbuhan tersebut.

“Ini berkat kerja keras semua dan konsolidasi pemerintahan yang dilakukan,” ujar Hasto dalam keterangannya, Jumat (6/8).

Padahal tatanan pemerintahan, ekonomi dan kehidupan berubah karena pandemi Covid-19. Partai pun demikian. PDIP melaksanakan 103 rapat partai yang 40 persen secara virtual.

Pemerintahan Jokowi, kata Hasto, menunjukkan pekerjaan membangun ekonomi nasional tidak berhenti. Jokowi justru meresmikan banyak jalan tol baru.

Dalam konteks geopolitik, lanjut Hasto, pembangunan infrastruktur yang masif ini adalah bagian dari mata rantai ekonomi dunia. Yang menempatkan Indonesia sebagai wilayah strategis dengan pembangunan berbagai infrastruktur baru yang menghubungkan Indonesia.

“Pelabuhan, jalan tol dibangun dari Sumatera sampai ke Jawa. Baru kali ini pemerintahan kita sejak merdeka, kita lihat pembangunan masif yang menghubungkan Indonesia Raya kita. Ini terobosan dan ini kerja keras Pak Menteri Basuki. Layak kita beri tepuk tangan atas prestasi ini,” jelasnya.

Namun pandemi Covid-19 tetap memunculkan masalah ekonomi rakyat. Contohnya mekanisasi sejumlah pekerja konstruksi tak terhindari. Kata Hasto, Pemerintahan Jokowi tetap harus mendorong agar sektor riil bergerak, di mana rakyat terlibat di dalamnya.

“Pandemi ini membawa peluang bagi kita memikirkan kembali konsep pembangunan kita. Covid telah membawa perubahan pada peradaban dunia. Tetapi sebagai sebuah gagasan konektivitas seluruh mata rantai ekonomi, kerja ini mesti tetap dilanjutkan di tengah pandemi,” kata Hasto.

“Di tengah pandemi ini, kita justru ada waktu merekonstruksi arah pembangunan nasional kita. Kita harus siapkan new normal, berhadapan berbagai varian virus yang lebih menular, dan tanggung jawab kita kepada rakyat tak bisa kita lupakan,” tegasnya.

Pihaknya berharap, lewat webinar ditemukan berbagai solusi kebijakan yang memastikan sektor konstruksi tetap membangun lapangan kerja, memastikan jaminan sosial.

“Segala kesulitan kita hadapi bersama dan bergotong royong sehingga bisa diatasi bersama. PDI Perjuangan memberi dukungan sepenuhnya bagi kebijakan Jokowi-Maruf Amin dan kebijakan menterinya, selama ini bertujuan mengatasi berbagai persoalan akibat covid, sekaligus membangun ruang bagi bekerjanya rakyat di berbagai sektor kehidupan,” jelas Hasto.

Hal itu disampaikannya dalam webinar ‘Antisipasi Dampak Ekonomi Terhadap 8 juta Tenaga Kerja Industri Jasa Konstruksi dan Jasa Pendukung Pada Masa Covid-19’ yang digelar DPP PDIP, Jumat (6/8).

Di acara itu, selain Hasto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hadir Ketua DPP PDIP Bidang Industri, Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial, Nusyirwan Soedjono; Ketua OJK Wimboh Santoso; Wadirut Bank Mandiri Alexandra Askandar; Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono; dan Dirut PT Jaya Konstruksi Sutopo Kristanto. Pesertanya adalah ratusan kepala daerah serta pengurus PDIP seluruh Indonesia.

Nusyirwan Sudjono mengatakan bahwa masifnya pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi telah melibatkan lebih kurang 8 juta warga Indonesia sebagai tenaga kerja. Bagi pihaknya, Pemerintah memang tak bisa menopang hidup rakyat lewat bantuan sosial (Bansos) semata. Namun rakyat harus mencapai kualitas hidup terbaiknya lewat bekerja. Dalam konteks itulah, penting memastikan anggaran negara dikucurkan kepada rakyat lewat berbagai pembangunan infrastruktur bisa berjalan baik.

“Maka kita harus memastikan langkah-langkah terobosan untuk menyelesaikan problem yang sedang terjadi. Akibat tidak terhindarkan di masa pandemi ini, ada pengurangan tenaga kerja, dirumahkan, pengangguran yang berujung pada rentannya aspek tenaga kerja,” kata Nusyirwan.

“Maka dalam diskusi ini, kita harap bisa mendapat gambaran masalah dan sekaligus memperoleh solusi yang bisa diaplikasikan,” tandas Nusyirwan.