by

Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Sempat Mengguyur 7 Desa di Magelang

Kabupaten Magelang, Inionline.id – Gunung Merapi erupsi dengan memuntahkan awan panas pagi ini. Sebanyak 7 desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan sempat diguyur hujan abu Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, mengatakan sampai dengan pukul 08.00 WIB ini ada dua kecamatan di Kabupaten Magelang yang terdampak hujan abu Gunung Merapi.

“Ada dua kecamatan yang terdampak hujan abu, Kecamatan Sawangan dan Dukun. Hujan abunya tipis,” kata Edi saat dihubungi, Minggu (8/8/2021).

Untuk Kecamatan Sawangan, katanya, yang diguyur hujan abu meliputi Desa Kapuhan, Gantang, Jati dan Krogowanan. Sedangkan untuk Kecamatan Dukun meliputi Desa Sengi, Paten dan Krinjing.

“Dari dua kecamatan itu ada 7 desa yang terdampak hujan abu,” ujarnya.

Salah satu warga Sengi, Ismanto, mengatakan hujan abu tipis terjadi setelah waktu subuh sampai sekitar pukul 07.00 WIB.

“Hujan abu tipis habis Subuh sampai jam 7,” kata Ismanto secara terpisah.

Hal senada disampaikan Kadus Gowok Sabrang, Timbul Fatoni. Menurutnya, sebelum hujan abu terdengar suara gemuruh.

“Tadi sebelumnya terdengar suara gemuruh. Mulai jam 05.00 sampai 05.30 hujan abu tipis,” kata Fatoni.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Pagi ini terjadi rangkaian awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh mencapai 3 kilometer.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan pada periode pengamatan Merapi Minggu (8/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB teramati 5 kali awan panas guguran. Arah guguran ke sektor barat daya.

“Teramati 5 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.100 -3.000 meter mengarah ke barat daya,” kata Hanik dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).

Adapun rangkaian awan panas dengan jarak luncur terjauh terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm dengan durasi 222 detik. Awan panas membentuk kolom asap setinggi 1.000 meter.

“Rangkaian awan panas guguran pukul 04.58 WIB jarak luncur terjauh kurang lebih 3.000 meter ke arah barat daya atau ke Kali Bebeng. Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 meter di atas puncak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pada periode yang sama teramati puluhan kali guguran lava pijar. “27 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-2.000 meter ke arah barat daya,” katanya.

Kendati demikian BPPTKG masih menetapkan tingkat aktivitas Merapi di Level III atau Siaga.