by

Sejumlah RS di Jayapura Krisis Oksigen, Kapolda Papua Cek Pendistribusian

Jayapura, Inionline.id – Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri turun tangan setelah mendengar kabar krisis ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura. Irjen Mathius langsung mengecek ketersediaan oksigen dari sejumlah perusahaan.

Didampingi jubir Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule dan jajaran pejabat utama Polda Papua, Irjen Mathius mengumpulkan para direktur rumah sakit untuk membahas krisis oksigen di Jayapura.

“Kita harus bisa mengatur ataupun mengolah alur oksigen. Jangan sampai ada korban jiwa gara-gara krisis oksigen,” ujar Mathius Fakhiri dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Kapolda Papua juga mengecek Rumah Sakit Provita. Selain itu, Irjen Mathius mengecek produksi dan distribusi tabung oksigen.

“Saya telah melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Provita, CV Huyele, serta PT Indo Gas Papua untuk mengecek produksi dan distribusi tabung gas oksigen,” katanya.

Fakhiri mengatakan pihaknya telah menunjuk Kabid Dokkes Polda Papua untuk berkoordinasi langsung dengan para direktur rumah sakit, sehingga nantinya dapat mempersiapkan dua tim personel Brimob dan Sabhara untuk mengantar-jemput tabung oksigen ke rumah sakit yang ada di Jayapura dan Keerom.

Sementara itu, Silwanus Sumule mengatakan Rumah Sakit Abepura mampu memproduksi atau refill sebanyak 60 tabung oksigen per hari, namun itu hanya untuk keperluan pribadi RSUD Abepura. Sementara itu, CV Huyele dan PT Indo Gas Papua dalam sehari bisa memproduksi 120-200 tabung oksigen.

“Kita harap Agustus 2021, RSUD Dok II bisa memproduksi sendiri sebanyak 300 tabung oksigen per hari dan untuk hasil refill CV Huyele dan PT Indo Gas Papua bisa dialihkan ke rumah sakit lainnya yang ada di kota/kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom,” tambah Silwanus.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Nariyana mengatakan siap mengakomodasi pendistribusian oksigen. Nantinya oksigen akan dibagi ke seluruh rumah sakit yang ada di Jayapura dan Kabupaten Keerom.

“Saya telah menyampaikan ke bagian produksi CV Huyele dan PT Indo Gas Papua untuk selalu menyampaikan terkait kendala dan setop permintaan dari nonmedis dan kami sudah perintahkan untuk anggota pengamanan tempat produksi tersebut,” katanya.

Kapolda Papua juga telah memerintahkan Dirkrimsus Polda Papua melakukan pengawasan dengan operasi pasar.

“Saya akan memerintahkan Dirkrimsus Polda Papua untuk melakukan operasi pasar untuk menemukan mafia-mafia penimbun alkes dan sebagainya,” ujarnya.

“Saya harap Pemprov Papua segera mendapat bantuan alat produksi/refill tabung oksigen yang sehari bisa memproduksi sebanyak 300 tabung,” tambahnya.