by

Menteri Investasi Ungkapkan Banyak Kawasan Industri yang Tidak Laku

Inionline.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah kawasan industri di Indonesia tidak laku alias kurang diminati oleh investor. Kondisi itu ia temukan setelah melakukan pemantauan secara langsung pada sejumlah kawasan industri.

“Rata-rata kenapa kawasan industri kita enggak laku, itu karena kawasan industri kita bukan kawasan industri untuk bangun produk lebih efisien, tapi sudah menjadi kawasan industri tanah,” ujarnya dalam rapat bersama dengan Komisi VI DPR, Selasa (8/6).

Ia menjelaskan sejumlah pemilik atau pengelola kawasan industri tersebut mengambil untung dari pembebasan tanah di wilayah itu. Alhasil, investor menjadi kurang berminat.

Menurutnya, salah satu contoh kawasan industri yang sukses menarik minat investor untuk membangun bisnis adalah Kawasan Industri Batam. Ia mengatakan lahan seluas 450 hektar (Ha) di Kawasan Industri Batam laku terjual semuanya hanya dalam sembilan bulan. Sayangnya, ia tidak menjabarkan kawasan industri yang sepi peminat itu.

“Itu sudah selesai laku terjual habis dan satu perusahaan sudah groundbreaking, kenapa? Karena tanahnya murah. Jadi, bukan tanahnya yang kita ambil untungnya tapi negara didapatkan dari proses hilirisasi produknya,” tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah gencar mendorong pembangunan kawasan industri di berbagai daerah untuk mendorong perekonomian. Salah satu yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan menyatakan 450 ha dari total 4.300 ha lahan yang disiapkan di Grand Batang City Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah, sudah siap dipakai.

Jokowi menyebut dari lahan yang sudah siap garap itu, nanti akan diisi oleh industri yang berkaitan dengan teknologi, seperti industri katoda, prekursor, dan baterai cell.

“Kawasan Industri Batang yang nantinya akan dikerjakan seluas 4.300 ha sekarang disiapkan dan hampir selesai, ini 450 ha yang akan dipakai untuk investasi-investasi yang terutama berkaitan dengan teknologi,” katanya belum lama ini.

Kepala negara menyebut peresmian atau ground breaking akan dilakukan pada Mei mendatang saat meninjau langsung ke lokasi KIT Batang. Sementara itu, industri yang akan dibangun pertama adalah industri kaca yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara.