by

PBB Menyelidiki Dugaan Pelanggaran Sistematis di Serangan Israel ke Gaza

Inionline.id – Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk melakukan penyelidikan internasional terbuka atas dugaan pelanggaran kekerasan di Gaza. PBB duga menduga adanya pelanggaran sistematis dalam serangan yang dilakukan Israel di wilayah Palestina itu.

Kamis (27/5/2020) resolusi mengenai penyelidikan itu disahkan dengan 24 suara dari 47 anggota dewan. Sembilan anggota menentang dan 14 lainnya abstain.

Resolusi ini akan memacu tingkat pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pelanggaran dan ‘akar penyebab’ konflik di wilayah Timur Tengah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Naskah yang dipaparkan oleh Pakistan atas nama Organisasi Kerja Sama Islam, diperdebatkan selama sesi dewan satu hari khusus yang berfokus pada lonjakan kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina bulan ini.

Membuka sesi tersebut, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Michelle Bachelet, menyuarakan keprihatinan khusus tentang “tingkat kematian dan cedera sipil yang tinggi” dari serangan di Gaza, dan memperingatkan serangan Israel di daerah kantong itu “mungkin merupakan kejahatan perang”.

Dia juga mengatakan penembakan roket Hamas ke Israel “tanpa pandang bulu” jelas merupakan “pelanggaran hukum humaniter internasional”.

Diketahui, serangan udara mematikan Israel ke Gaza terjadi selama 11 hari. Sebelum gencatan senjata diberlakukan sejak Jumat (21/5) lalu, serangan udara dan artileri Israel ke Gaza menewaskan 253 warga Palestina, termasuk 66 anak. Lebih dari 1.900 orang mengalami luka-luka akibat gempuran selama 11 hari tersebut.

Serangan roket dari Gaza menewaskan 12 orang di Israel, termasuk satu anak dan seorang remaja Arab-Israel. Sekitar 357 orang mengalami luka-luka di Israel akibat serangan roket.