by

Orang Tua Dilema Saat Sekolah Mulai Tatap Muka di Jakarta

Inionline.id – Sejumlah orang tua mengaku dilema dengan wacana pembukaan sekolah di DKI Jakarta. Diketahui, 86 sekolah readyviewed akan melakukan uji coba belajar tatap muka hari ini, Rabu (7/4).

Langkah tersebut membuat Jonathan, orang tua dari siswa TK A di Jakarta Selatan, waswas. Pasalnya, dia menilai belajar tatap muka belum tepat dilakukan di tengah kondisi pandemi di DKI saat ini.

“Vaksinasi juga belum seluruhnya terdistribusi. Untuk saat ini saya belum setuju dengan pembukaan (sekolah),” tuturnya ketika dihubungi, Selasa (6/4).

Namun di balik keyakinan tersebut, pria yang akrab disapa Joe itu juga dilema. Ia mengaku pembelajaran daring tidak berjalan efektif untuk anaknya yang masih kecil.

Dia bercerita selama pembelajaran dilakukan dari rumah banyak waktunya yang tersita menyiapkan kegiatan belajar yang biasanya digunakan untuk bekerja.

Dan jika nantinya sekolah sudah dibuka, ia juga tak sampai hati melarang anaknya tidak berangkat ke sekolah. Apalagi, kata Joe, jika teman-teman anaknya yang lain mulai bersekolah.

“Itu dia yang membuat dilema. Karena kalau teman-temannya sudah masuk tatap muka sedangkan dia online, pasti kan bakal nanya, kenapa aku di rumah sendiri,” lanjut dia.

Sementara Ade, orang tua dari siswa kelas V SD di Jakarta Timur, mengaku lebih ikhlas mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah. Ia menilai sudah terlalu lama pembelajaran dilakukan dari rumah.

Ia memahami kegiatan belajar di rumah membuat anak lebih aman dari penularan covid-19. Tapi, Ade bercerita aktivitas anaknya jadi sangat terbatas selama setahun ini.

“Saya sih lebih cenderung 60 persen [menilai] anak lebih baik [ke] sekolah lagi. Jadi dia punya rutinitas,” tuturnya.

Hanya saja, keyakinan Ade belum bulat. Pikirannya masih dikhawatirkan akan penerapan protokol kesehatan di sekolah dan jumlah siswa yang banyak di tiap kelas.

Jika sekolah dan pemerintah bisa memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik, Ade mengatakan bakal mengizinkan anaknya kembali sekolah tatap muka.

Kekhawatiran di kalangan orang tua juga didapati Herawati Sihombing, guru SMA Negeri 26 Jakarta. Ia mengatakan masih banyak orang tua di sekolahnya yang ragu untuk mengizinkan anaknya belajar tatap muka.

Kekhawatiran itu, lanjut dia, sesungguhnya bukan hanya ada di orang tua. Guru yang menjadi prioritas sasaran vaksinasi covid-19 pun menurutnya masih memiliki banyak kekhawatiran. Namun di balik kekhawatiran itu, Herawati mengaku sudah mempersiapkan diri.

“Kalau siap ya selalu siap. Tapi tentu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti vaksinasi, sarana prasarana dan kesiapan siswa,” tuturnya.

Herawati mengatakan sekolahnya masih dalam proses mempersiapkan perkara teknis untuk pembukaan sekolah. Ia mengaku belum tahu kapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal resmi membuka sekolah.

Namun, SMAN 26 Jakarta sudah mengisi daftar periksa sebagai syarat pembukaan sekolah. Sarana prasarana seperti fasilitas cuci tangan juga sudah disiapkan menanti pembelajaran tatap muka.