by

Gelombang Pemudik Awal Mulai Berdatangan di Pantura Jawa Tengah

Kabupaten Pekalongan, Inionline.id – Menjelang pelaksanaan larangan mudik, warga perantauan lebih memilih mudik lebih awal. Geliat pemudik dari Jakarta asal Pekalongan dan sekitarnya ini, sudah mulai tampak dalam empat hari terakhir ini. Lebih-lebih, pemudik yang menggunakan moda transportasi bus antar kota antar provinsi.

Di Perempatan Gumawang, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan ini, misalnya sebagai titik turunnya penumpang pemudik yang berasal dari Kabupaten Pekalongan atau bahkan Kabupaten Banjarnegara. Aktivitas pemudik turun dari bus dipastikan ada saat dini hari, mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Para pemudik mengakui memilih mudik lebih awal untuk menghindari pelaksanaan larangan mudik yang akan berlaku mulai tanggl 6 Mei mendatang. Mereka juga lebih memilih melakukan perjalanan malam untuk menghindari pemeriksaan ataupun penyekatan petugas gabungan.

Ahmad Zaelani (50) warga di Kecamatan Karanganyar ini, misalnya, sengaja melakukan perjalanan mudik dari Jakarta, lebih awal untuk menghindari pemberlakuan larangan mudik. “Ya tahu ada larangan pulang (mudik) pada tanggal enam besok. Makanya pulang lebih awal,” katanya saat ditemui di Gumawang.

Ia juga lebih memilih perjalanan malam, untuk menghindari pemeriksaan kesehatan oleh petugas. “Saya dari Jakarta sudah malam, jam delapan lewat. Aman sih, tidak ada penyekatan di sepanjang jalan,” katanya.

Tidak hanya dirinya, yang merasakan perjalanan malam dengan moda transportasi bus tersebut tanpa adanya penyekatan atau pemeriksaan kesehatan pemudik.

“Dari Jakarta berangkat jam setengah tujuh (malam), perjalanan Alhamdulillah lancar. Penyekatan tidak ada,” kata Irfan Santoso.

Irfan Santoso hendak pulang ke Kalibening, Banjarnegara. Namun, untuk menuju ke desanya, ia lebih memilih jalur Pantura, karena lebih cepat.

Perjalanan pemudik dengan bus antar kota antar prooinsi ini, dirasakan tidak ada pemeriksaan kesehatan atau penyekatan, menjelang diberlakukannya larangan mudik. Begitu juga di titik turun para pemudik di Perempatan Gumawang, Wiradesa. Tidak tampak petugas manapun, melakukan pemeriksaan pada para pemudik yang turun dari bus untuk menuju ke kampung halamanya masing-masing. Para pemudik ini, usai turun dari bus, langsung leluasa menuju ke rumah tujuanya.

Padahal, di titik turun ini, sebagai pintu masuk pemudik yang menggunakan bus ke Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, termasuk Banjarnegara.

“Didata dari laporan desa-desa. Pemudik ini berasal dari Jabodetabek,” kata Kabag Tapem Kabupaten Pekalongan, Bambang.Hingga tanggal 27 April 2021, tercatat jumlah pemudik yang masuk wilayah Kabupaten Pekalongan sebanyak 1.480 orang. Data tersebut dihimpun oleh Bagian Tata Pemerintahan berdasarkan laporan dari masing-masing desa/ kelurahan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Bambang menyebut, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, pihak Pemkab Pekalongan, memaksimalkan Posko Jogo Tonggo. “Pemudik yang datang diarahkan oleh pihak RT untuk lapor ke desa. Untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, di masing-masing ada posko Jogo Tonggo,” jelasnya.