by

Terancam Punah, Warga Labura Malah Menyembelih Kambing Hutan Sumatera

Inionline.id  Seekor Kambing Hutan Sumatera (Capricornis Sumatraensis) dijerat warga di kawasan hutan lindung di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut). Hewan yang terancam punah ini disembelih dan dikonsumsi warga Dusun Napompar, Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Labura.

“Ya benar. Kejadianya beberapa hari yang lalu. Kita juga dapat informasinya baru semalam, ya. Dan saat ini tim kita sedang turun ke lapangan untuk mengumpulkan fakta,” kata Kepala bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Sumut, Seno Pramudita, saat dikonfirmasi, Minggu (28/3/2021).

Seno mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengumpulkan fakta di lapangan terkait penyembelihan Kambing Hutan Sumatera itu. Kemudian setelah itu, pihak Konservasi SDA Sumut akan merumuskan langkah selanjutnya.

“Seringkali masyarakat yang tinggal di pinggiran hutan ini tidak memahami tentang satwa-satwa yang dilindungi. Termasuk tentang pentingnya keberadaan satwa-satwa itu. Kita akan jelaskan kepada mereka, termasuk sanksi hukumnya,” kata Seno.

Seno menyebutkan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan. Untuk itu, pihaknya akan menggandeng para penggiat yang peduli dengan konservasi alam. Terutama mereka yang berdomisili dekat dengan wilayah konservasi tersebut.

“Sebenarnya informasi awal (terkait konservasi alam) seringkali kita dapatkan dari mereka (LSM).

Itu sangat membantu pekerjaan kita. Makanya kita akan tingkatkan keterlibatan mereka dalam upaya konservasi ini,” kata Seno.

Terpisah kordinator Yayasan Time Sumatera , Budhi Awaludin Gultom, sangat menyayangkan terjadinya peristiwa penyembelihan Kambing Hutan Sumatera ini. Saat ini, kata dia, populasi Kambing Hutan Sumatera lebih langka dari populasi Harimau Sumatera.

“Kambing Hutan Sumatera ini hidupnya di perbukitan. Hutan di Kabupaten Labura dan Tobasa adalah salah satu habitatnya. Saat ini populasinya sudah sangat terancam punah. Jumlahnya lebih sedikit dari Harimau Sumatera,” jelas Budhi.

Namun di sisi lain, Budhi memahami keterbatasan pengetahuan warga. Karena itu pihaknya juga akan segera turun ke lokasi kejadian untuk membantu pemerintah memberi pemahaman kepada warga.

“Kita akan turun lokasi kejadian. Membantu BBKSDA untuk mengedukasi warga, serta ikut membersihkan jerat-jerat yang mungkin sudah dibuat warga,” kata Budhi.