by

Antisipasi Mudik di Jateng-DIY: TNI-Polri Menjaga Perbatasan-Rumah Karantina

Solo, Inionline.id – Pemerintah pusat kembali melarang masyarakat mudik Lebaran untuk menekan laju penyebaran virus Corona (COVID-19). Menyusul aturan pemerintah pusat ini pemerintah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun mematangkan sejumlah aturan terkait mudik Lebaran 2021.

Aturan itu di antaranya menyiapkan skenario TNI dan Polri untuk menjaga wilayah perbatasan hingga penyiapan rumah karantina bagi para pemudik.

Berikut daftar lengkap aturan yang disiapkan tiap daerah di Jateng-DIY mengantisipasi mudik Lebaran 2021:

1. Gubernur Jateng siapkan skenario TNI-Polri jaga perbatasan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku tidak ingin kecolongan seperti India dan Prancis yang kasusnya bertambah setelah warganya mudik. Salah satunya dengan menyiapkan skenario penjagaan perbatasan oleh pasukan TNI-Polri.

“Nah kita sudah punya pengalaman tahun lalu berjaga, maka kita sedang menyiapkan respons terhadap keputusan. Bayangannya sudah tahu sih, pasti kita akan bekerja sama dengan provinsi sebelah, antarkabupaten, dan TNI-Polri juga sudah menyiapkan skenario-skenario berjaga apalagi di perbatasan,” tutur Ganjar kepada wartawan di kantornya, Semarang, Selasa (30/3/2021).

Ganjar menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng juga bakal menyiapkan random test bagi para pemudik. Dia berharap antisipasi ini bisa menekan laju penyebaran virus Corona.

“Dinas kesehatan kita juga akan siap-siap, nanti akan dilakukan random test. Hari ini vaksin sudah ada, alat tes sudah mulai banyak, mudah-mudahan dari tempat yang mulai dijaga itu bisa optimal,” ujar Ganjar.

2. DIY tunggu aturan pemerintah pusat

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X belum bisa memastikan pemberlakuan karantina untuk pemudik. Dia masih menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat untuk membuat kebijakan di daerah.

“Nanti kita lihat dulu, untuk hari raya pemerintah pusat akan mengeluarkan keputusan,” kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (30/3).

“Ya bentuk keputusannya bagaimana kita melihat dari situ. Itu dulu. Kita tidak bisa mengantisipasi itu (wajib karantina atau tidak),” ujarnya.

3. Pemkot Solo siap sediakan rumah karantina bagi pemudik

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan kesiapannya jika harus menyediakan rumah karantina untuk masyarakat yang nekat mudik. Saat ini pemkot memanfaatkan Asrama Haji Donohudan milik Pemprov Jateng untuk karantina mandiri pasien COVID-19 tanpa gejala.

Di tahun-tahun sebelumnya, pemkot menyediakan rumah karantina di Grha Wisata Niaga, Ndalem Joyokusuman hingga Solo Technopark.

“Ya nanti masih dibahas. Tapi kalau kita bisa mengefektifkan Asrama Haji Donohudan ya pake Donohudan. Tapi kalau nggak ya kita sudah siap tempatnya di Solo Technopark atau mana,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, di Balai Kota Solo, Selasa (30/3).

4. Bupati Karanganyar tak larang masyarakat mudik ke wilayahnya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mempersilakan pemerintah pusat melarang masyarakat untuk mudik. Namun dirinya tak akan membuat aturan khusus untuk hal tersebut.

“Terkait dengan mudik, kami ini kan melaksanakan undang-undang, melaksanakan petunjuk. Kalau pemerintah pusat sudah mengimbau untuk tidak mudik ya silakan untuk diikuti dengan baik. Tapi kan kami tidak memerintah apa-apa,” ujar Yuli saat ditemui wartawan di rumah dinas Bupati Karanganyar, Selasa (30/3).

“Posisi kami kan pasif. Tapi bagaimana jika masyarakat pulang dan sudah ada di Karanganyar? Ya saya terima dengan penuh rasa syukur bahagia,” kata dia.

5. Bupati Klaten sebut pemudik wajib swab antigen

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pemudik dengan tujuan Klaten wajib menunjukkan surat hasil tes swab antigen. Pihaknya mengoptimalkan pemantauan pemudik melalui pemerintah di tingkat desa hingga RT.

“Besok kalau memang pemerintah sudah ada hitam di atas putih perintah tidak ada mudik tapi ada yang nekat mudik, masuk Klaten wajib swab, atau bawa surat swabnya,” ujar Sri Mulyani pada wartawan usai membuka Bintek pelatihan pengendalian hama terpadu di Jogonalan, Selasa (30/3).