by

26 Penyintas Jalani Skrining Donasi Plasma di Perumda Tirta Pakuan

Bogor Timur, Inionline.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Direktur Utama dan Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan dan Revelino Rizki mengikuti aksi donor darah plasma konvalesen untuk terapi pasien Covid-19, pada Sabtu (13/3/2021).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran gedung H. Daslim Saibi Perumda Tirta Pakuan itu diselanggarakan relawan Temanco bersama UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengungkapkan, ia sebagai penyintas Covid-19 memang ada keinginan untuk menjadi pendonor darah plasma konvalesen, namun baru ada kesempatan hari ini.

“Saya sudah tertarik untuk donor dari awal yang kegiatan di Balaikota. Dan baru hari ini kesempatan saya mengundang teman-teman ke sini untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Rino.

Ia menuturkan kegiatan ini kedepannya diharapkan dapat juga diikuti oleh penyintas lain. Sebab diketahuinya, untuk satu pendonor itu ditunggu oleh 100 pasien Covid-19.

“Seperti diutarakan bahwa yang membutuhkan kita itu luar biasa. Satu pendonor ditunggu 100 orang. Mudah-mudahan kedepan kita bisa ikut berkontribusi menyehatkan bagi penderita Covid-19,” kata Rino.

Untuk ini, pihaknya juga akan mengkampayekan aksi donor darah plasma konvalesen sebagai ajakan kepada penyintas Covid-19, salah satunya melalui media sosial yang dimiliki Perumda Tirta Pakuan.

“Yang paling penting tadi kita bersama-sama dari mulai saya mengkampanyekan untuk mengajak penyintas mendonorkan darahnya. Di sini (Tirta Pakuan) ada 14 orang yang nanti ikut kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara itu, mantan penyintas Covid-19 sekaligus inisiator Relawan Temanco, Ara Wiraswara mengatakan, para penyintas kembali menjalani skrining awal dengan mengambil sampel darah. Setelah dinyatakan lolos skrining awal, mereka akan dilakukan donor darah plasma.

“Kali ini sudah batch ketiga, Alhamdulillah mendapatkan respon positif. Batch pertama dilakukan di Balai Kota Bogor, kemudian gedung Grahapena Radar Bogor, dan ketiga di Perumda Tirta Pakuan,” kata Ara.

Pada batch pertama, dijelaskan olehnya, ada 50 pendaftar dan hanya 21 orang yang diambil sampel darah. Dari jumlah itu, setelah dilakukan uji lab di UPTD PMI Kabupaten Bogor, ada 9 orang yang menjalani donor darah plasma.

Sedangkan di batch kedua, ada 60 orang dengan 20 diantaranya mendaftar on the spot di lokasi kegiatan. Dari jumlah itu, 25 orang yang diambil sampel darah dan yang berhasil mendonorkan darah plasma ada 18 orang.

Untuk batch ketiga sendiri atau hari ini, baru terdaftar 26 orang, termasuk Wali Kota Bogor, Bima Arya, Dirut dan Dirum Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan dan Rivelino Rizki.

Ara menuturkan pada saat menggagas aksi ini kebutuhan donor darah plasma sangat ditunggu pasien Covid-19 dengan gejala berat. Karena satu pendonor ditunggu 100 pasien Covid-19.

“Sampai sekarang permintaan darah plasma tetap ada. Insyaallah, ini terus jalan. Disamping pelaksanaan vaksinasi jalan, ini ikhtiar kita untuk membantu terutama pasien Covid-19 yang berada di ruang ICU,” tandasnya.

Untuk donor darah plasma tak seperti donor darah pada umumnya karena akan menggunakam alat khusus. Maka dari itu, pelaksanaan di Perumda Tirta Pakuan baru sebatas skrining.

“PMI yang melakukan skrining, wawancara, sekaligus pengambilan sampel darah. Nanti kalau memang sempelnya bagus, antibodinya bagus, nanti akan dijadwalkan untuk diambil plasmanya,” kata Ara.

Calon pendonornya yang pasti adalah pernah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun, sambung Ara, untuk menjadi pendonor ada persyaratannya. Setelah itu dilakukan alur donasi plasma konvalesen.

“Penyintas yang lolos skrining boleh melakukan donor, syaratnya kalau perempuan belum pernah melahirkan, yang laki-laki usia 18-60 tahun, tidak ada penyakit comorbid,” tutupnya. (Hrs)