by

Untuk Menaikkan Anggaran Kesehatan Sri Mulyani Geser Dana 86 KL

Inionline.id – Kementerian Keuangan melakukan realokasi dan memfokuskan kembali (refocusing) anggaran 86 kementerian/lembaga (k/l) demi menaikkan anggaran kesehatan tahun ini. Peningkatan anggaran kesehatan dilakukan sejalan dengan perkembangan kasus covid-19 di dalam negeri.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan anggaran kesehatan tahun ini sebesar Rp254 triliun. Angkanya naik dari sebelumnya yang sebesar Rp169,7 triliun.

“Untuk bisa mendukung pendanaan ini pemerintah refocusing dan realokasi 86 k/l untuk bisa mendukung pendanaan di bidang kesehatan ini,” ujar Askolani dalam konferensi pers, Kamis (4/2).

Selain itu, pemerintah juga melakukan refocusing belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Hal ini agar daerah ikut bersinergi dalam penanganan covid-19 secara komprehensif.

“Dalam anggaran itu termasuk untuk insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, vaksinasi, peralatan pasien, obat-obatan, biaya isolasi, dan alat kesehatan,” ujar Askolani.

Sementara, ia menyatakan anggaran klaster kesehatan di program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 ditetapkan sebesar Rp125 triliun. Jumlahnya lebih tinggi dari realisasi 2020 lalu yang sebesar Rp63,5 triliun.

“Fokus kami 2021 tetap penanganan 3 T, kemudian vaksinasi, dan protokol kesehatan. Dengan vaksinasi masyarakat yang terkena covid-19 diharapkan berkurang,” jelas Askolani.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan dana untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 sebesar Rp619 triliun. Dana itu digelontorkan untuk berbagai sektor.

Rinciannya, untuk perlindungan sosial Rp150,96 triliun, program prioritas Rp141,36 triliun, serta dukungan pembiayaan UMKM dan korporasi Rp150,06 triliun.