by

Nintendo Digugat Pengguna, Perkara Kontroler Switch

Inionline.id – Meski Nintendo Switch adalah salah satu konsol paling populer, dan tentu konsol hybrid terbaik saat ini, namun keluhan terhadap komponen dari konsol buatan Nintendo tersebut terus datang.

Kali ini, keluhan datang dari sekelompok orang di Kanada menuntut Nintendo karena masalah Joy-Con Drift.

Joy-Con Drift adalah masalah yang terjadi pada analog kontroler bawaan pada Switch yang kadang bergerak sendiri tanpa disentuh.

Kasus ini dibawa ke meja hijau oleh sebuah firma hukum di Quebec, Kanada bernama Lambert Avocat yang mewakili pelanggan yang dikatakan memiliki masalah tersebut sejak tahun 2018.

Dikutip dari comicbook via Tekno Liputan6.com, gugatan itu menurut Lambert, bertujuan agar para pengguna Switch yang bermasalah mendapat kompensasi dari perusahaan.

“Kompensasi untuk semua konsumen Quebec yang membeli Nintendo Switch dan Nintendo Switch Lite, serta kontroler Joy-Con dan Nintendo Switch Pro,” kata dia.

Lambert menyebutkan, kliennya ini pertama kali mulai mengalami masalah drifting dengan analog mereka sekitar 11 bulan pascapembelian.

Perbaikan Kontroler

Awalnya, mereka menghubungi Nintendo tentang masalah tersebut dan akhirnya mengirimkan kontroler untuk diperbaiki. Dalam dua bulan, mereka kemudian mulai mengalami masalah serupa.

Masalah ini kemudian memengaruhi pasangan Joy-Con lain yang dibeli selain kontroler Pro yang juga digunakan.

Lambert sedang mencari pengguna lainnya yang telah membeli konsol Switch sejak 1 Agustus 2017 dan juga memiliki masalah serupa untuk bergabung dalam gugatan tersebut.

Pada saat ini, kasus tersebut membutuhkan persetujuan lebih lanjut dari hakim sebelum dapat bergulir lebih jauh.

Sementara itu, pada kasus keluhan yang sama pada Juli 2020 lalu, Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa meminta maaf atas kendala tersebut. Ia juga mengaku masih terus berusaha untuk melakukan peningkatan pada produknya.

“Mengenai Joy-Con, kami meminta maaf atas masalah yang terjadi pada pelanggan kami,” kata dia didepan para pemegang saham Nintendo.