by

Menkes-menkes Negara Latin Mundur Gegara Vaksin COVID-19 Keluar Aturan Main

Inionline.id – Menteri Kesehatan (Menkes) dari dua negara Amerika Latin mengundurkan diri. Keduanya adalah Menkes Peru Pilar Mazzetti dan Menkes Argentina Gines Gonzalez Garci.

Kedua menkes negara Amerika Latin itu kecewa karena program vaksinasi COVID-19 di negaranya keluar dari aturan main.

Kasus pertama, Menkes Peru, Pilar Mazzetti, mengundurkan diri dari jabatannya di tengah skandal yang menyebutkan mantan Presiden Martin Vizcarra disuntik vaksin virus Corona (COVID-19) lebih awal dari yang lain. Vaksinasi dilakukan jauh sebelum vaksin tersedia untuk publik.

Sabtu (13/2/2021), Mazzeti yang menjabat Menkes sejak Juli 2020, telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Peru saat ini, Francisco Sagasti. Hal tersebut dilaporkan televisi nasional Peru TV pada Jumat (12/2) waktu setempat.

Pemerintah Peru belum mengonfirmasi secara resmi soal pengunduran diri Mazzetti.

Media-media lokal Peru telah melaporkan bahwa penggantinya akan dilantik pada Sabtu (13/2) waktu setempat, dan akan menjadi Menkes ke-5 di Peru sejak pandemi Corona merajalela.

Menkes yang baru akan menjabat saat Peru tengah menghadapi gelombang kedua, dengan rumah-rumah sakit dibanjiri lebih dari 14.100 pasien Corona dan melaporkan kekurangan oksigen untuk merawat pasien dengan gangguan pernapasan. Lebih dari 1,2 juta kasus Corona tercatat di Peru, dengan lebih dari 43 ribu kematian.

Peru diketahui baru memulai program vaksinasi Corona pada Selasa (9/2) waktu setempat, atau dua hari setelah menerima 300 ribu dosis vaksin Corona buatan Sinopharm dari China. Para tenaga medis menjadi prioritas pertama untuk vaksinasi ini.

Namun surat kabar Peru 21 melaporkan pada Kamis (11/2) waktu setempat bahwa mantan Presiden Vizcarra telah divaksin Corona secara diam-diam pada Oktober 2020, hanya beberapa pekan sebelum dia dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya atas tuduhan ‘tidak kompeten secara moral’.

Disusul Kemunduran Menlu Peru

Bukan hanya Menkes, Menteri Luar Negeri (Menlu) Peru Elizabeth Astete pun ikut-ikutan mundur. Astete memutuskan mengundurkan diri pada Minggu (14/2) malam waktu setempat.

Dia memilih mengundurkan diri setelah diberi vaksin Sinopharm buatan China di luar uji klinis dan sebelum program vaksinasi nasional dimulai.

Seperti dilansir Reuters, Senin (15/2/2021) Astete, yang menjabat sejak November 2020, mengatakan dia diinokulasi pada 22 Januari lalu setelah menerima tawaran dari penanggungjawab uji coba vaksin Sinopharm, Cayetano Heredia, dari Universitas Peru. Ia mengaku menerima vaksin “sisa-sisa” uji coba.

“Saya menyadari kesalahan serius yang saya buat, itulah mengapa saya memutuskan untuk tidak menerima dosis kedua,” katanya melalui Twitter. “Untuk alasan yang disebutkan itu, saya telah menyerahkan surat pengunduran diri saya kepada Presiden,” imbuhnya.

Aksi Pengunduran Diri Menkes Argentina

Menkes Argentina Gines Gonzalez Garci juga mengundurkan diri karena vaksinasi COVID-19 tak sesuai aturan main. Dia divaksin sebelum gilirannya.

Gines Gonzalez Garci mengundurkan diri pada Jumat (19/2) malam waktu setempat setelah Presiden Alberto Fernandez memintanya untuk berhenti setelah skandal itu.

“Menanggapi permintaan Anda, saya menyampaikan pengunduran diri saya dari jabatan Menteri Kesehatan,” tulis Gonzalez Garci, seorang dokter berusia 75 tahun, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Fernandez, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/2/2021).

Dia akan digantikan oleh salah satu wakil menterinya, Carla Vizzotti yang berusia 48 tahun, yang bertanggung jawab untuk mengamankan vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk Argentina, negara pertama di Amerika Selatan yang menyetujui dan menggunakannya.

Skandal itu terjadi setelah seorang jurnalis berusia 71 tahun, Horacio Verbitsky, mengumumkan di radio bahwa, karena persahabatannya yang sudah lama dengan Menkes, dia dapat divaksinasi di kantornya sebelum masyarakat umum.

Sejauh ini hanya petugas kesehatan yang telah divaksinasi di Argentina dan vaksinasi untuk orang yang berusia di atas 70 tahun baru akan dimulai pekan depan di Buenos Aires.

Media lokal melaporkan bahwa orang lain yang dekat dengan pemerintah juga divaksinasi di Kementerian Kesehatan.

Gara-gara skandal itu, Presiden Fernandez, yang berusia 60-an, memerintahkan kepala stafnya untuk meminta pengunduran diri sang Menkes.

Argentina, dengan 44 juta penduduk, telah mencatat sekitar dua juta kasus infeksi virus Corona dengan lebih dari 50.000 kematian.