by

Kerumunan Waterboom Cikarang, Pengelola Diduga Melanggar Prokes

Inionline.id – Polres Metro Bekasi menduga pengelola Waterboom Lippo Cikarang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terkait kerumunan pengunjung yang terjadi pada Minggu (10/1) lalu.

Ratusan pengunjung hari itu juga langsung dibubarkan polisi. Sejauh ini kepolisian pun telah memeriksa belasan saksi mulai dari pihak kepolisian, dinas kesehatan hingga dinas pariwisata setempat untuk mendalami dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi,” Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan kepada wartawan, Selasa (12/1).

Hendra merinci, dua saksi dari kepolisian, seorang saksi dari dinas kesehatan dan seorang lainnya dari dinas pariwisata. Sementara 11 saksi lain merupakan pihak pengelola mulai dari General Manager, Manager Marketing, staf, petugas loket, sekuriti, life guard, juga petugas lainnya.

“Kalau dari hasil klarifikasi yang kami lakukan bahwa si pengelola ini diduga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang kami kenakan pasal 93 dan Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Kami tambah lagi KUHP Pasal 212, 216, dan 218,” papar Hendra.

Dia menuturkan ancaman hukumannya adalah penjara maksimal satu tahun, denda Rp100 juta, sedangkan untuk KUHP ancaman hukumannya maksimal empat bulan.

Hendra pun menuturkan polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengusut peristiwa ini. Pelbagai barang bukti di antaranya potongan tiket, video yang beredar di media sosial hingga, tangkapan layar terkait promosi harga tiket.

Hendra menegaskan polisi masih terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Pemeriksaan masih berlangsung, siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut, ini masih kita telusuri terus,” ujar dia.

Pada Minggu (10/1) lalu, polisi membubarkan kerumunan pengunjung di Waterboom Lippo Cikarang. Kumpulan banyak orang ini muncul diduga lantaran pengelola melakukan promosi harga tiket masuk dari harga Rp95 ribu menjadi Rp10 ribu.

Buntut dari kerumunan massa itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kemudian mencopot Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi dari jabatannya.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/13/I/KEP./2021 tertanggal 12 Januari 2021. Telegram ini ditandatangani oleh Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya Kombes Putra Narendra.

Sukadi dipindahtugaskan menjadi Kaurpenum Subbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya. Posisinya kemudian digantikan oleh Kompol Sutrino.

“Ya, karena ada kerumunan itu. Yang kerumunan itu tetap akan diproses, semua tetap akan diproses, tapi secara internal ada kelalaian dari anggota, Kapolseknya, sehingga didemosi Kapolseknya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Selasa (12/1).

Infografis Dicopot Usai Kerumunan