by

Jelang Pelantikan, Biden Pimpin Penghormatan 400.000 Korban Tewas Corona

Inionline.id – Presiden terpilih Joe Biden memimpin seremoni penghormatan singkat pada Selasa (19/1/2021) waktu setempat untuk 400.000 lebih warga Amerika yang meninggal akibat virus Corona. Ini dilakukan Biden setibanya di Washington DC, untuk pelantikannya sebagai presiden.

“Ini terkadang sulit untuk diingat, tapi begitulah cara kita menyembuhkan. Ini penting dilakukan sebagai sebuah bangsa,” kata Biden dalam sambutan singkat di dekat tepi kolam refleksi di depan Lincoln Memorial, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (20/1/2021).

“Mari kita nyalakan lampu dalam kegelapan di sepanjang kolam refleksi suci dan mengingat semua yang telah pergi, “kata politikus Demokrat berusia 78 tahun itu ketika 400 lampu yang melapisi air dinyalakan sebagai peringatan bagi mereka yang telah meninggal.

Lonceng gereja berdentang di seluruh Washington, sementara lampu di Gedung Empire State New York bersinar merah, menyerupai jantung yang berdebar kencang.

Biden, yang juga merasakan tragedi mendalam dan dikenal karena empatinya, telah menekankan perlunya mempersatukan bangsa setelah kekacauan empat tahun semasa jabatan Presiden Donald Trump.

Malam pelantikan presiden biasanya merupakan saat kerumunan besar-besaran di Washington.

Tetapi Biden, bersama dengan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris, mengunjungi kolam refleksi di bawah pemandangan National Mall yang hampir kosong dari orang-orang, berkat pembatasan sosial COVID-19 dan peningkatan peringatan keamanan setelah kerusuhan mematikan di gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu.

“Selama berbulan-bulan, kita berduka sendiri. Malam ini, kita berduka dan mulai sembuh bersama-sama,” kata Harris, yang mengukir sejarah sebagai wakil presiden wanita pertama di negara itu.

“Meskipun kita mungkin terpisah secara fisik, kita rakyat Amerika bersatu dalam semangat,” imbuhnya pada upacara singkat itu.

Sebelumnya pada sore hari, Biden menyampaikan perpisahan pada warga di negara bagian asalnya, Delaware sebelum terbang ke ibu kota AS, tempat dia menjabat selama beberapa dekade sebagai senator, kemudian selama delapan tahun sebagai wakil presiden, hingga akhirnya terpilih sebagai presiden.