by

Gorontalo Membatalkan Pembelajaran Tatap Muka

Inionline.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Irwan Abudi Usman mengatakan, pemerintah daerah kembali menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan berlaku di seluruh jenjang pendidikan baik TK/PAUD, SD, SMP, dan sederajat.

“Sebelumnya telah terbit surat edaran terkait dimulainya pembelajaran tatap muka pada 11 Januari 2021, namun kegiatan itu terpaksa belum dapat dilakukan,” kata Irwan di Gorontalo, Sabtu, 9 Januari 2021.

Pemerintah daerah menindaklanjuti Surat Edaran nomor 2420/DiKBUDPORA/38/SEK/2021 tentang penundaan kegiatan tatap muka semester genap Tahun Pembelajaran (TP) 2020/2021 di Provinsi Gorontalo. Surat edaran itu, kata Irwan, ditandatangani Gubernur Rusli Habibie pada 8 Januari 2021.

Ia mengatakan, kebijakan ini merupakan instruksi turunan dari pemerintah pusat mengacu pada SKB 4 menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19.

Menyikapi data perkembangan penyebaran covid-19 di Provinsi Gorontalo, maka kegiatan PTM di seluruh satuan pendidikan khususnya di Gorontalo Utara, seluruhnya dialihkan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Baik melalui daring, luring, modul serta pembelajaran lain sejenis sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Irwan mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk persiapan menyambut tahun ajaran baru semester genap pada 2021. Namun, belajar tatap muka masih belum dapat dilakukan mengingat peningkatan kasus positif covid-19 di Provinsi Gorontalo masih terjadi.

Sebelumnya, beberapa langkah telah dilakukan, termasuk melakukan kunjungan di seluruh satuan pendidikan menggunakan variabel-variabel yang terukur dan terencana. Di antaranya memastikan kesiapan sekolah dalam memenuhi seluruh sarana dan prasarana penunjang untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

“Namun, pembelajaran tatap muka tetap belum dapat diterapkan agar sinergi dengan upaya memutus penyebaran covid-19,” ungkapnya.