by

Sekolah yang Belum Siap Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Inionline.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta sekolah yang belum siap untuk menunda kelas tatap muka. Kesiapan sekolah menjadi faktor penting di situasi pandemi virus korona (covid-19) saat ini.

“Kalau belum siap, tunda dulu buka sekolah,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam Rakornas KPAI, Kamis, 27 Agustus 2020.

Dia menyampaikan, berdasarkan pengawasan langsung dan survei, KPAI meragukan kesiapan sekolah dalam pembukaan kembali kelas tatap muka. Indkatornya, dapat dilihat dari tingkat kepatuhan melengkapi daftar periksa yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang masih rendah.

“Daftar periksa bahkan banyak tidak diisi oleh sekolah di zona hijau yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan KPAI, sebanyak 56,2 persen responden menyatakan sarana dan prasarana, seperti wastafel, dan thermo gun yang tersedia di sekolah sudah memadai. Sedangkan, yang menyatakan belum memadai 43,8 persen.

Menurut Retno banyak sekolah yang disurvei masih belum bisa memenuhi sarana penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan di depan kelas, hingga penyediaan disinfektan. Khusus tempat cuci tangan, mayoritas masih menyatu dengan toilet, belum ada di depan masing-masing kelas.

Retno menambahkan, penyediaan sarana prasana kesehatan di sekolah sebelum pandemi hanya dilakukan oleh 27 persen sekolah, 41 persen kadang-kadang. Sebanyak 32 persen lainnya mengaku tidak pernah menyediakan.

Survei KPAI juga mendapati data bahwa hanya 23 persen sekolah yang selalu menyediakan disinfektan. Sedangkan, 31 persen sekolah kadang-kadang menyediakan. Dan 46 persen sekolah tidak pernah menyediakan dan menggunakan disinfektan.

Survei KPAI dilakukan menggunakan aplikasi Google Form pada pekan keempat Juni 2020. Partisipan survei sebanyak 6.729 sekolah yang tersebar di Pulau Jawa 78 persen, dan 22 persen luar pulau Jawa.