by

Pendaftaran Siswa Baru MA Program Khusus Dibuka 6 Februari

Samarinda – inionline.id – Kementerian Agama akan membuka kembali Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK). Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) MAPK ini akan dibuka secara online pada 6 Februari 2017 pekan depan.
Berjalan pertama kali pada tahun 1988, program MAPK sempat dihentikan. Padahal, madrasah ini telah melahirkan ribuan alumni berkualitas semacam Jimmly Asshiddiqie, Habiburahman el Shirazy, dan lainnya. Kementerian Agama lalu memandang MAPK perlu untuk dihidupkan kembali dan direvitalisasi.
Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Madrasah Ida Nurkosim mengatakan bahwa ada 10 MAPK yang akan kembali beroperasi mulai tahun ini. Kesepuluh madrasah tersebut adalah MAPK Samarinda, Jember, Jombang, Surakarta, Martapura, NTB, Sulawesi Selatan, Padang, Ciamis, dan Yogyakarta.
“Pendaftaran PPDB akan dibuka serentak secara online pada tanggal 06 Februari 2017,” ujarnya di hadapan Wakil Ketua Komisi VIII Shodik Mudjahid beserta anggota komisi lainnya, Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kaltim Saifi, Karo Kesra Pemprov Kaltim Safrian Hasani, serta Kankemenag Balikpapan Hakimin.
Karena 2017 adalah tahun pertama, Ida mengaku masih akan memantau animo masyarakat mendaftarkan anaknya di MAPK. Pada saat yang bersamaan, Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) juga akan terus melakukan pembenahan sistem pendaftaran.
Ditpenmad pada tahun ini juga akan melakukan penguatan sarana serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependikan. Setiap MAPK telah dialokasikan anggaran sebesar Rp2miliar dengan komposisi 60% untuk membangun sarana prasarana, sedang 40% lainnya untuk penguatan yang bersifat non sarpras.
MAPK difokuskan untuk mencetak peserta didik yang mendalami ilmu agama (tafaqquh fiddin). Ida berharap dari MAPK akan lahir generasi bangsa yang memahami ilmu agama, moderat, serta memiliki wawasan kebangsaan dan keindonesiaan yang kuat. Untuk tujuan itu, 70% muatan kurikulum MAPK adalah pelajaran agama. Keunggulan lainnya adalah penguatan aspek kebahasaan, baik Bahasa Arab maupun Inggris. (Dan/Kemenag)