by

Pemakai Tembakau Gorila Hayalan Bisa Seperti Nyata

PERKEMBANGAN teknologi yang semakin pesat, membuat eksperimen terus dilakukan. Tak ketinggalan, langkah itu juga dimanfaatkan ahli kimia untuk menciptakan narkoba. Salah satunya, narkoba jenis baru yang disebut tembakau gorila.
Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Slamet Pribadi menjelaskan efek dari tembakau gorila adalah menimbulkan halusinasi. Jika dikonsumsi, mimpi pengguna bisa terlihat seperti nyata. “Kalau pemakainya berkhayal menjadi superman, ya bisa. Si pemakai seakan terbang diketinggian,” katanya.
Bagi pengguna narkotika jenis tembakau gorila, kata Slamet, nantinya mereka akan menjadi lemas. Pasalnya, narkotika jenis rokok tersebut merupakan campuran dari tembakau dan ganja sintetis. “Dampak seperti ganja, halusinasi. Namun, efeknya lebih besar dibandingkan dengan ganja,” ujarSlamet.
Jenis narkoba tembakau gorila ini sendiri, disebut Slamet, merupakan hasil impor. Terlebih, selama ini para penggunanya hanya bisa membeli melalui situs belanja online. “Hampir sebagian pemakainya membeli dengan cara online. Mereka banyaknya pesan dari luar, dan penjualan masih melalui bisik-bisik,” tambah kabag humas BNN.
GOLONGAN 1
Slamet mengatakan, tembakau gorila sejauh ini sudah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kementerian Kesehatan untuk masuk ke dalam narkotika golongan I. Karena itu, sejak beredarnya narkotika jenis baru itu, pihaknya terus mengupayakan untuk memasukkan tembakau gorila ke dalam UU Narkotika. “Namun saat ini sudah disahkan dan itu termasuk narkotika,” ungkapnya.
Untuk bahan baku pembuatan tembakau gorila, lanjut Slamet, berupa bubuk senyawa kimia yang dicampur dengan air kemudian disemprotkan ke daun tembakau. Bubuk tersebut mengandung zat kimia bernama AB-CHIMINACA. “Zat tersebut merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC),” tuturnya.
Untuk efek penggunaan tembakau gorila itu sendiri, kata Slamet, pihaknya menemukan efek buruk dari zat tersebut. Mulai dari stroke iskmeik, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut, bahkan infark miokardium, akan dialami si pengguna. “Makanya kami terus mengingatkan masyarakat Indonesia untuk “Stop Narkoba,” tukasnya. (Die)
Sumber : Poskotanews