by

Gema Kosgoro Prihatin Rumah Pribadi Didemo

Jakarta – inionline.id – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro Haris Maraden mengaku prihatin dengan aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di rumah pribadi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya prihatin. Hingga kini saya masih gagal paham mengenai demo di rumah pribadi. Dimana kebebasan untuk hidup yang aman di Indonesia. Apakah kita masih di NKRI?” Kata Haris.

Menurut Haris, kebebasan berpendapat di Indonesia belakangan ini tidak digunakan secara bijaksana. Bahkan cenderung disalahgunakan dengan menjurus menyebarkan kebencian. Terlebih kebebasan berpendapat dijadikan justifikasi untuk menyerang secara personal para ulama dan mantan presiden.

“Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Namun bagaimana pun yang namanya ulama dan mantan presiden harus dihormati. Ingat bagaimana pun berkat jasa para ulama maka Indonesia merdeka. Dan bagaimana pun mantan presiden dari mulai Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY telah memberikan kontribusi kebaikan kepada bangsa,” kata Haris.

Makanya Haris menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan kebebasan berpendapat secara arif bijaksana dan bertanggungjawab. “Jangan karena kita tidak suka kepada seseorang maka menyebarkan kebencian kepada para ulama dan para mantan pemimpin bangsa dengan dalil kebebasan berpendapat. Bertobatlah. Jangan sampai kualat,” kata Haris.

Masih kata haris, tidak etis demo di rumah pribadi, karena SBY bukan lagi pejabat publik, “Masa demo rumah pribadi? emang SBY Sekarang bukan lejabat publik, teman2 mahasiswa menurut sy melewati batas2 kebebasan. kita demo seseorang akibat seseorang memiliki kapabilitas dalam memutuskan kebijakan yg dapat merugikan publik, jika SBY salah sebagai Ketua Partai, maka demo aja kantor Partai Demokrat, jika pribadinya salah ya lapor penegak hukum.” Tegas Haris. (Die)